4 Tren Kamar Tidur yang Mulai Ditinggalkan, Desain Serba Putih hingga Banjir Bantal Tak Lagi Jadi Favorit

gaya hidup | 23 Juni 2026 18:20

4 Tren Kamar Tidur yang Mulai Ditinggalkan, Desain Serba Putih hingga Banjir Bantal Tak Lagi Jadi Favorit
Dok cari property

SURABAYA, PustakaJC.co - Tren desain interior terus berubah mengikuti perkembangan gaya hidup dan kebutuhan penghuni rumah. Jika beberapa tahun lalu kamar tidur dengan nuansa serba putih, furnitur bercermin, hingga tumpukan bantal dekoratif menjadi simbol kemewahan, kini sejumlah konsep tersebut mulai dianggap ketinggalan zaman.

 

Para desainer interior menilai tren kamar tidur saat ini lebih mengarah pada kesederhanaan, kenyamanan, serta suasana hangat yang menciptakan ketenangan bagi penghuni rumah.

 

Dilansir dari Better Homes & Gardens, terdapat sedikitnya empat tren kamar tidur yang mulai ditinggalkan pada 2026.

 

Tren pertama adalah penggunaan skema warna abu-abu yang sempat mendominasi desain interior modern selama beberapa tahun terakhir.

 

Menurut Founder dan Kepala Desainer Interior Kelsey Deidre Designs, Kelsey Matyas, warna abu-abu kini dinilai terlalu dingin dan kurang memberikan karakter pada ruangan.

 

"Abu-abu yang dulunya terlihat modern sekarang terasa dingin dan datar," ujarnya.

 

Sebagai gantinya, warna-warna netral hangat seperti krem, pasir, dan taupe mulai menjadi pilihan utama karena lebih mudah dipadukan dengan berbagai elemen dekorasi serta menciptakan suasana yang lebih nyaman.

 

 

Tren kedua yang mulai ditinggalkan adalah penggunaan furnitur bercermin, termasuk meja samping tempat tidur atau lemari dengan permukaan cermin yang sempat populer pada era 2010-an.

 

Kini banyak desainer lebih memilih furnitur berbahan kayu atau material alami lainnya yang dianggap mampu memberikan karakter dan kehangatan pada ruangan.

 

Selanjutnya, kamar tidur dengan konsep serba putih juga mulai kehilangan popularitasnya.

 

Meski selama ini identik dengan kesan bersih dan elegan, desain serba putih dinilai terlalu kaku dan kurang menghadirkan nuansa personal bagi penghuni rumah.

 

Sebaliknya, penggunaan wallpaper bermotif, permainan warna, serta sentuhan dekorasi bergaya klasik Inggris kini semakin diminati karena memberikan kesan lebih hidup dan nyaman.

 

 

Tren terakhir adalah penggunaan bantal dekoratif dalam jumlah berlebihan di atas tempat tidur.

 

Desainer interior Yena Jung menilai konsep tempat tidur yang dipenuhi banyak bantal kini terasa terlalu dibuat-buat dan kurang praktis.

 

"Tempat tidur yang ditumpuk dengan bantal dekoratif dulunya merupakan tanda tampilan yang sudah selesai, tetapi sekarang terasa dibuat-buat," katanya.

 

Menurut Jung, tren kamar tidur saat ini lebih mengutamakan kesederhanaan dengan lapisan dekorasi yang lebih sedikit, garis desain yang bersih, dan elemen yang benar-benar fungsional.

 

Karena itu, banyak pemilik rumah mulai beralih ke konsep kamar tidur yang lebih minimalis, hangat, dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

 

Perubahan tren tersebut menunjukkan bahwa kenyamanan kini menjadi faktor utama dalam desain interior, menggeser konsep kemewahan yang sebelumnya lebih banyak ditampilkan melalui elemen dekoratif berlebihan.

(int)