Kasus Cyclospora Naik di AS, Gaya Hidup Bersih Jadi Kunci Pencegahan

gaya hidup | 11 Juli 2026 14:15

Kasus Cyclospora Naik di AS, Gaya Hidup Bersih Jadi Kunci Pencegahan
Kantor pusat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta. (dok bloombergtechnoz)

JAKARTA, PustakaJC.co – Lonjakan kasus infeksi Cyclospora di Amerika Serikat menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman dalam kehidupan sehari-hari. Parasit mikroskopis yang menyebabkan penyakit cyclosporiasis tersebut dilaporkan telah menginfeksi warga di puluhan negara bagian dan memicu peningkatan kasus diare selama musim panas.

 

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kasus Cyclospora ditemukan di 31 negara bagian. Beberapa wilayah, seperti Michigan, New York, Illinois, dan Ohio, melaporkan peningkatan jumlah kasus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dilansir dari bloombergtechnoz.com, Sabtu, (11/7/2026).

 

Cyclospora merupakan parasit yang menyerang saluran pencernaan manusia. Infeksi biasanya terjadi setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Produk pertanian segar seperti selada, basil, ketumbar, dan raspberry termasuk bahan pangan yang pernah dikaitkan dengan wabah serupa di masa lalu.

 

Gejala yang muncul dapat berupa diare encer, kehilangan nafsu makan, kram perut, mual, kelelahan, hingga penurunan berat badan. Pada sebagian kasus, gejala baru muncul sekitar satu minggu setelah seseorang terpapar parasit tersebut.

 

 

 

Meski dapat diobati dengan antibiotik, para ahli kesehatan menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif. Menjaga kebersihan makanan sebelum dikonsumsi menjadi kebiasaan sederhana yang mampu mengurangi risiko paparan berbagai penyakit bawaan makanan, termasuk cyclosporiasis.

 

Mencuci buah dan sayuran di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi atau diolah merupakan langkah yang disarankan. Bagian buah atau sayuran yang memar maupun rusak sebaiknya dibuang karena berpotensi menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

 

Selain itu, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet juga penting untuk mencegah perpindahan kuman maupun parasit. Penggunaan peralatan dapur yang bersih serta penyimpanan bahan makanan pada suhu yang tepat turut membantu menjaga keamanan pangan.

 

CDC juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat mengonsumsi makanan dan minuman di daerah yang memiliki sanitasi kurang baik. Air yang tidak terjamin kebersihannya dapat menjadi media penyebaran berbagai parasit penyebab gangguan pencernaan.

 

 

 

Hingga kini, CDC bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) masih menelusuri sumber pasti wabah Cyclospora yang terjadi tahun ini. Meski demikian, belum ada laporan kematian yang dikaitkan dengan infeksi tersebut.

 

Kasus Cyclospora menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, membersihkan bahan pangan, dan memastikan makanan diolah secara higienis tetap menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko penyakit. (ivan)