Minum Tiga Cangkir Teh Sehari Berpotensi Turunkan Risiko Stroke

gaya hidup | 24 Juli 2026 07:56

Minum Tiga Cangkir Teh Sehari Berpotensi Turunkan Risiko Stroke
teh hangan. (dok klikdokter)

SURABAYA, PustakaJC.co - Minum teh tak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh secara rutin dalam jumlah ideal berpotensi menurunkan risiko stroke, khususnya stroke iskemik.

 

Hasil analisis terhadap 14 studi yang melibatkan lebih dari 510 ribu responden menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum teh dengan penurunan risiko stroke. Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology pada 2020 terhadap sekitar 100 ribu orang dewasa juga menunjukkan bahwa peminum teh secara rutin memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit kardiovaskular serta kematian dini dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya. Dilansir dari gresiksatu.com, (24/7/2026).

 

Manfaat tersebut berasal dari berbagai senyawa aktif yang terkandung dalam teh. Polifenol membantu menjaga elastisitas pembuluh darah, sedangkan flavonoid dan katekin berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, theaflavin berperan mengurangi peradangan kronis yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Para peneliti menyebut konsumsi teh sebanyak dua hingga empat cangkir per hari atau sekitar 500 hingga 1.000 mililiter menjadi jumlah yang paling ideal. Baik teh hijau, teh hitam, maupun teh oolong memiliki manfaat yang relatif serupa karena sama-sama kaya akan senyawa antioksidan.

 

 

Agar manfaatnya optimal, teh disarankan dikonsumsi tanpa tambahan gula. Kebiasaan minum teh manis secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes, dua kondisi yang turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stroke dan penyakit jantung.

 

Selain itu, konsumsi teh yang berlebihan juga perlu dihindari. Kandungan kafein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur, jantung berdebar, hingga keluhan pada lambung. Penambahan susu dalam jumlah banyak juga diduga dapat mengurangi aktivitas antioksidan yang terkandung dalam teh.

 

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa teh bukanlah obat untuk mencegah stroke. Minuman ini hanya menjadi salah satu bagian dari pola hidup sehat yang perlu disertai konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

 

Dengan menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, kebiasaan minum sekitar tiga cangkir teh tawar setiap hari dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di kemudian hari. (ivan)