Ia mengingatkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan secara mendadak dapat meningkatkan beban kerja jantung. Kondisi tersebut berpotensi memicu kejadian kardiovaskular akut, terutama pada seseorang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko yang belum terdeteksi.
Meski demikian, hal itu bukan berarti olahraga harus dihindari. Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin tetap menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah berbagai penyakit tidak menular.
“Karena itu, memasuki usia 40 tahun bukan berarti harus berhenti berolahraga. Justru olahraga tetap penting, tetapi perlu dilakukan secara cerdas, bertahap, terukur, dan sesuai kondisi kesehatan,” katanya.
Cut Arsy juga menekankan pentingnya mengenali kemampuan tubuh sebelum meningkatkan intensitas olahraga. Menurutnya, setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda sehingga program latihan perlu disesuaikan agar manfaatnya optimal tanpa meningkatkan risiko cedera maupun gangguan jantung.