Selain berdampak pada kebugaran, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga resistensi insulin. Risiko tersebut muncul akibat tingginya kadar lemak visceral yang dapat mengganggu fungsi organ dan proses metabolisme dalam tubuh.
Karena itu, menjaga angka timbangan saja tidak cukup untuk menilai kondisi kesehatan. Komposisi tubuh, terutama keseimbangan antara massa otot dan kadar lemak, menjadi indikator yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.
Pencegahan skinny fat dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten. Masyarakat dianjurkan rutin melakukan aktivitas fisik dengan mengombinasikan latihan kardio dan latihan beban untuk membantu meningkatkan massa otot sekaligus mengurangi lemak tubuh.
Selain olahraga, asupan gizi juga berperan penting. Konsumsi makanan tinggi protein, sayur, buah, dan sumber serat perlu diperbanyak, sementara makanan tinggi gula, minuman manis, serta makanan ultra-proses sebaiknya dibatasi agar penumpukan lemak tidak semakin meningkat.