SURABAYA, PustakaJC.co - Tumbuh kembang otak anak berlangsung sangat pesat pada masa awal kehidupan. Merujuk data American Academy of Pediatrics (AAP), sebanyak 90 persen perkembangan otak anak terjadi sebelum mereka memasuki usia lima tahun.
Kendati demikian, memaksimalkan potensi kecerdasan anak tidak melulu harus melalui jalur pendidikan formal atau akademis yang berat seperti membaca dan berhitung.
Stimulasi harian yang sederhana dan konsisten di rumah justru memegang peranan vital dalam membentuk struktur otak anak.
Dikutip dari kumparan.com, terdapat empat kebiasaan mendasar yang dapat diterapkan orang tua untuk mendukung perkembangan otak buah hati secara optimal:
1. Maksimalkan Aktivitas Fisik dan Olahraga Bermain aktif seperti berlari, melompat, hingga menari bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sarana mengasah kemampuan berpikir, bahasa, hingga koordinasi tubuh. WHO merekomendasikan:
- Anak usia 1–4 tahun: Membutuhkan total aktivitas fisik minimal 180 menit sepanjang hari (khusus usia 3–4 tahun, mencakup setidaknya 60 menit aktivitas intensitas sedang hingga berat).
- Anak usia 5 tahun ke atas: Diimbau aktif secara fisik minimal 60 menit setiap hari dengan intensitas sedang hingga berat.
2. Bangun Interaksi dan Hubungan Responsif Kehadiran emosional orang tua menciptakan rasa aman yang mengoptimalkan fungsi otak. Ruang dialog yang hangat, mendengarkan cerita anak, hingga gestur fisik sederhana seperti pelukan dan ucapan kasih sayang terbukti membantu anak belajar mengelola emosi serta membangun kepercayaan diri.
3. Jaga Jam Tidur Anak Tetap Cukup Saat tidur, otak anak bekerja aktif mengkonsolidasikan memori, memproses pembelajaran, serta mengatur daya ingat dan suasana hati. Kebutuhan durasi tidur harian anak terbagi menjadi:
- Usia 1–2 tahun: 11–14 jam (termasuk tidur siang).
- Usia 3–5 tahun: 10–13 jam.
- Usia 6–8 tahun: 9–12 jam.
4. Batasi Penggunaan Gawai (Screen Time) Paparan layar yang tidak terkontrol berisiko menggeser waktu vital anak untuk bergerak dan berinteraksi sosial. Sesuai panduan AAP, anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya dihindarkan dari screen time (kecuali untuk video call). Sementara untuk anak usia 2–5 tahun, batasan maksimal penggunaan gawai adalah 1 jam per hari dengan konten yang berkualitas.
Melalui konsistensi dalam menerapkan lingkungan yang aktif, aman, dan seimbang di rumah, fondasi kecerdasan serta tumbuh kembang anak dapat terbangun secara kokoh tanpa mengesampingkan kebahagiaan masa kecil mereka. (ivan)