SURABAYA, PustakaJC.co - Kebiasaan memperbarui status di media sosial kerap dinilai sepele atau sebatas ajang berbagi aktivitas harian. Namun, dalam kajian psikologi perilaku, fenomena digital ini memiliki dimensi yang jauh lebih dalam: setiap unggahan sejatinya adalah cerminan dari kondisi mental, dorongan emosional, hingga upaya pembentukan citra diri seseorang.
Kajian psikologi mencatat bahwa dorongan seseorang untuk aktif di ruang digital tidak pernah tunggal. Motivasi tersebut bergerak dinamis, mulai dari kebutuhan alami untuk terhubung sebagai sosok ekstrovert, strategi penguatan personal branding, hingga pencarian validasi sosial yang berakar dari rasa tidak aman (insecurity). Dilansir dari gresiksatu.com, Minggu, (13/9/2026).
Media sosial pada dasarnya telah bergeser fungsi dari sekadar media komunikasi menjadi kanvas ekspresi emosional sekaligus panggung identitas bagi penggunanya.