GRESIK, PustakaJC.co – Tren kendaraaan listrik di Indonesia kian melesat seiring hadirnya pilihan unit yang makin efisien. Salah satu yang mencuri perhatian publik belakangan ini adalah VinFast VF3, yang mencatatkan rekor biaya kepemilikan tahun pertama yang sangat menekan pengeluaran.
Berdasarkan realisasi penggunaan harian pemiliknya, total biaya operasional hingga pajak kendaraan ini selama satu tahun penuh hanya menyentuh angka Rp1,18 juta. Angka ini memangkas signifikan pengeluaran rutin pengguna jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbasis bahan bakar minyak (BBM).
Berikut rincian kalkulasi pengeluaran VinFast VF3 pada tahun pertama:
|
Komponen Pengeluaran |
Estimasi Biaya Tahunan |
Keterangan |
|
Pengisian Daya (Rumah) |
Rp1.040.000 |
Asumsi 1x full charge (Rp20.000) per minggu selama 52 minggu |
|
Pajak Tahunan (SWDKLLJ) |
Rp143.000 |
PKB & BBNKB Bebas Tarif (0\%) |
|
Servis & Perawatan |
Rp0 |
Komponen mesin pembakaran nihil pada tahun pertama |
|
Total Pengeluaran |
Rp1.183.000 |
Bisa lebih hemat jika memanfaatkan SPKLU gratis |
Efisiensi daya menjadi faktor pembeda paling besar. Selain opsi pengisian mandiri di rumah, ketersediaan jaringan SPKLU gratis seperti V-GREEN membuat pengeluaran energi harian pengguna berpotensi menekan angka hingga mendekati nol rupiah. Dilansir dari gresiksatu.com, Selasa, (15/9/2026).
Dari segi teknis dan performa harian, mobil listrik kompak ini dinilai sangat adaptif untuk jalanan domestik. Penggerak roda belakang (RWD), ground clearance yang tinggi, radius putar ringkas, serta respon akselerasi yang instan menjadikannya kendaraan lincah untuk mobilitas perkotaan maupun antarwilayah.
Rendahnya cost of ownership dan dukungan regulasi pajak kendaraan ramah lingkungan diprediksi akan mempercepat transisi masyarakat menuju era elektrifikasi kendaraan secara masif di pasar otomotif tanah air. (ivan)