SURABAYA, PustakaJC.co - Jawa Timur memperkokoh posisinya sebagai barometer utama industri air minum dalam kemasan (AMDK) nasional. Provinsi ini tercatat menampung hampir sepertiga dari total pelaku usaha AMDK di Indonesia, dengan dominasi sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Ketua Umum DPP Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA), Karyanto, menyatakan bahwa dari 707 perusahaan AMDK nasional berkapasitas produksi 47 miliar liter per tahun, sebanyak 208 perusahaan (29,4 persen) beroperasi di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 87 persen di antaranya merupakan pelaku IKM. Dilansir dari kompas.com, Senin, (21/9/2026)
"Kesiapan Jawa Timur menghadapi pemberlakuan wajib SNI dan tuntutan keberlanjutan akan menentukan arah industri AMDK Indonesia secara keseluruhan," ujar Karyanto dalam Musyawarah Daerah (Musda) I AMDATARA Jawa Timur di Surabaya, Jumat, (18/9/2026).
Karyanto menambahkan, pembinaan AMDATARA mencakup seluruh tingkatan ekosistem, mulai dari Lighthouse Industry 4.0 hingga unit usaha berbasis pesantren dan koperasi.
Sorotan Keberlanjutan Lingkungan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, mengingatkan agar pesatnya pertumbuhan industri AMDK diimbangi dengan tanggung jawab lingkungan. Emil menekankan pentingnya penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) untuk mengelola sampah kemasan secara menyeluruh, termasuk komponen botol PET, tutup, dan label.
Selain pengelolaan sampah, Emil mendorong keterlibatan aktif produsen dalam konservasi sumber air baku di kawasan hutan dan reservoir bersama masyarakat sekitar.
"Langkah konservasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi bagi warga setempat," kata Emil.
Dalam Musda I tersebut, dikukuhkan pula kepengurusan DPD AMDATARA Jawa Timur periode 2026–2031 yang dipimpin oleh Mulyono Wibisono (PT Tirta Investama) sebagai Ketua dan Anang Zakaria (PT Coca-Cola Bottling Indonesia) sebagai Wakil Ketua. (ivan)