Gaya Liburan Turis Indonesia Berbeda Tiap Generasi, Gen Z hingga Gen X Punya Preferensi Sendiri

gaya hidup | 28 Oktober 2026 08:19

Gaya Liburan Turis Indonesia Berbeda Tiap Generasi, Gen Z hingga Gen X Punya Preferensi Sendiri
Ilustrasi wisatawan Gen Z. (dok cnn)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gaya liburan wisatawan Indonesia menunjukkan perbedaan berdasarkan generasi, mulai dari Gen Z yang gemar berburu akomodasi autentik hingga generasi Milenial yang mengutamakan kebersamaan keluarga dan Gen X yang mencari ketenangan.

 

Berdasarkan data terbaru platform akomodasi Airbnb yang dikutip CNN Indonesia, Rabu (28/10/2026), wisatawan Indonesia memiliki kecenderungan menghabiskan waktu liburan lebih lama, dengan rata-rata durasi perjalanan sekitar empat hari. Angka tersebut lebih panjang dibandingkan rata-rata wisatawan di negara-negara Asia lainnya yang berkisar dua hingga tiga hari. Dilansir dari cnn Rabu, (28/10/2026).

 

Meski memiliki preferensi berbeda, Jepang menjadi destinasi internasional favorit bagi seluruh kelompok usia.

 

 

 

Gen Z Gemar Berburu Akomodasi Autentik

 

Generasi Z menunjukkan kecenderungan merencanakan perjalanan dengan mengandalkan rekomendasi media sosial, masukan teman, serta ulasan daring. Airbnb mencatat pencarian akomodasi oleh kelompok ini meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Untuk perjalanan domestik, Gen Z banyak mencari destinasi di Magelang dan Jawa Timur. Sementara itu, Dubai di Uni Emirat Arab dan Sa Pa di Vietnam menjadi pilihan untuk perjalanan internasional.

 

Kecenderungan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman yang unik dan pilihan akomodasi yang memiliki karakter tersendiri menjadi bagian penting dalam perencanaan liburan generasi muda.

 

Milenial Mengutamakan Liburan Keluarga

 

Berbeda dengan Gen Z, generasi Milenial cenderung menjadikan perjalanan sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga. Seiring dengan perkembangan karier dan kehidupan keluarga, kenyamanan serta pengalaman bersama menjadi pertimbangan utama.

 

Sejumlah destinasi yang diminati kelompok ini meliputi Tokyo, Osaka, Roma, Florence, dan Bangkok.

 

Perencanaan perjalanan Milenial umumnya dilakukan secara lebih terstruktur untuk memastikan kebutuhan seluruh anggota keluarga terpenuhi. Dengan demikian, liburan tidak hanya menjadi sarana melepas penat, tetapi juga kesempatan membangun kenangan bersama.

 

 

Gen X Memilih Ketenangan dan Pengalaman Bermakna

 

Sementara itu, wisatawan dari generasi X lebih mengutamakan kesederhanaan, relaksasi, dan nilai sentimental dalam perjalanan. Mereka cenderung mencari keseimbangan antara menjelajahi destinasi dan menikmati waktu untuk beristirahat.

 

Roma di Italia dan Lourdes di Prancis menjadi beberapa destinasi pilihan kelompok ini. Kedua tempat tersebut menawarkan perpaduan sejarah, keindahan alam, dan pengalaman spiritual.

 

Preferensi tersebut menunjukkan bahwa bagi sebagian wisatawan Gen X, kualitas pengalaman dan makna perjalanan menjadi pertimbangan penting, bukan sekadar banyaknya tempat yang dapat dikunjungi.

 

 

 

 

 

Pengalaman Lokal Menjadi Daya Tarik Lintas Generasi

 

Di tengah perbedaan gaya perjalanan, wisatawan Indonesia dari berbagai kelompok usia memiliki kesamaan dalam keinginan untuk merasakan pengalaman lokal yang autentik.

 

Country Head Airbnb Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, mengatakan perjalanan merupakan pengalaman personal yang mencerminkan identitas dan hal-hal yang dianggap penting oleh setiap individu.

 

“Perjalanan adalah sesuatu yang sangat personal, dan yang menarik adalah melihat bagaimana tamu asal Indonesia melakukan perjalanan yang mencerminkan diri mereka dan hal-hal yang penting bagi mereka,” kata Amanpreet.

 

Ia menambahkan, wisatawan Indonesia kerap mencari koneksi budaya dan kebahagiaan dalam setiap perjalanan. Karena itu, kebutuhan akomodasi yang sesuai dengan karakter dan preferensi masing-masing generasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengalaman berwisata.

 

Perbedaan gaya liburan tersebut memperlihatkan bahwa tren pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pilihan destinasi, tetapi juga tujuan perjalanan, kebutuhan emosional, dan pengalaman yang ingin diperoleh wisatawan.

 

Bagi pelaku industri pariwisata, memahami karakter setiap generasi dapat menjadi peluang untuk menghadirkan layanan dan pengalaman perjalanan yang lebih relevan dengan kebutuhan wisatawan Indonesia. (ivan)