JAKARTA, PustakaJC.co - Dari observatorium langit hingga kecerdasan buatan, dunia Islam kembali bangkit dengan sains yang tak melupakan nilai. Bukan sekadar mengejar inovasi, tapi juga merawat makna. Islam dan teknologi bisa berjalan seiring, saat etika jadi kompas dan umat jadi tujuan.
Sains bukan sekadar alat, dan teknologi bukan sekadar kecanggihan. Dalam Islam, keduanya adalah amanah besar yang harus dikelola dengan nilai dan tanggung jawab. Kini, berbagai institusi pendidikan Islam di Indonesia tengah bergerak mewujudkan integrasi ilmu dan iman melalui berbagai terobosan teknologi modern. Dilansir dari kemenag.go.id, Jumat, (25/4/2025).
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi salah satu motor penggerak pengembangan teknologi modern berbasis nilai-nilai Islam. Melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST), kampus ini merancang sejumlah program unggulan yang menempatkan etika dan kemaslahatan sebagai inti inovasi:
- Islamicpedia: sistem pencarian informasi Islam berbasis AI
- Green AI Computing: teknologi kecerdasan buatan ramah lingkungan
- Smart Urban Farming dan Halal Food Engineering
- Digital Islamic Transformation
- Renewable Energy berbasis nilai Islam
Menurut Dr. Ahmad Thohir, dosen senior FST UIN Jakarta
“Kami tidak hanya menciptakan teknologi, tapi juga membangun cara pandang baru tentang sains yang memuliakan nilai dan manusia.” ujar dosen senior FST UIN Jakarta itu.
UIN Jakarta juga aktif dalam Artificial Intelligence Literacy and Innovation Institute (ALII) yang menjadi pusat literasi dan inovasi AI di lingkungan kampus Islam (PTKIN) seluruh Indonesia.
Perkembangan Sains Islam Global:
- Iran menonjol di riset bioteknologi dan fisika nuklir.
- Turki mengembangkan pertahanan berbasis AI dan energi terbarukan.
- Malaysia menjadi model integrasi sains dan Islam melalui IIUM dan ISTAC.
- Indonesia mengembangkan observatorium hisab-rukyat, fintech syariah, serta pendidikan digital Islam berbasis pesantren.
Lima Teknologi Islam Terdepan Saat Ini:
- Smart Hajj dan Umrah
- Fintech Syariah (e-wallet halal, wakaf digital, blockchain zakat)
- Bioetika Medis Islami (vaksin halal, farmasi syariah)
- Observatorium Penentu Ibadah
- Platform Dakwah dan Pendidikan Digital
Islam, sains, dan teknologi tak pernah berdiri sendiri. Ketiganya saling menguatkan bila dilandasi niat baik, akhlak yang luhur, dan tujuan kemaslahatan umat. Dari ruang-ruang kelas hingga dunia digital, inilah saatnya umat Islam kembali mengambil peran besar dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan.
Firman Allah dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 menjadi pengingat:
“…Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (ivan)