Wali Kota se Indonesia Sepakat Dukung Target Bebas Sampah Nasional

pemerintahan | 12 Mei 2025 08:10

Wali Kota se Indonesia Sepakat Dukung Target Bebas Sampah Nasional
98 Wali Kota yang tergabung dalam APEKSI berkomitmen mendukung target nasional bebas sampah 2029. (dok jawapos.com)

SURABAYA, PustakaJC.co -  Sebanyak 98 wali kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyatakan dukungannya terhadap target nasional Indonesia bebas sampah pada tahun 2029. Kesepakatan ini ditegaskan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII APEKSI yang berlangsung di Kota Surabaya, 6–10 Mei 2025.

 

Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan bersama bagi kota-kota di Indonesia. Melalui forum APEKSI, para kepala daerah diharapkan dapat saling berbagi inovasi dan solusi dalam pengelolaan sampah. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (12/5/2026).

 

“Munas APEKSI ini bukan hanya seremonial, tapi ruang penyelesaian. APEKSI harus menjadi jembatan bagi semua wali kota untuk saling mendukung dan berinovasi menangani masalah sampah,” kata Eri saat menyampaikan sambutan, Minggu, (11/5/2025).

Ia berharap tak ada lagi kepala daerah yang enggan berbagi masalah atau ragu bertanya ketika menghadapi persoalan di lapangan. Forum seperti APEKSI seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antarkota.

 

“Jangan ada lagi kota-kota yang takut bercerita saat menghadapi masalah. Justru dari cerita itu, kita bisa menemukan solusi bersama,” lanjut Eri.

 

Sebagai langkah konkret, seluruh anggota APEKSI menyatakan telah menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Target Indonesia bebas sampah 2029 pun dimasukkan ke dalam prioritas program pembangunan kota.

“Kami menyusun RPJMD yang mengacu pada RPJMN. Tahun 2029 adalah batas waktu penting, dan semua kota harus berkontribusi mewujudkannya,” tegas Eri.

 

Ia juga menekankan bahwa urbanisasi dan pertumbuhan penduduk tidak boleh menjadi alasan tertundanya komitmen terhadap lingkungan. Sebaliknya, kota-kota besar justru harus menjadi contoh dalam mengelola sampah secara sistematis.

 

Penduduk bertambah itu tantangan, tapi bukan alasan. Kota-kota harus tetap bisa bergerak menuju bebas sampah,” ujar Walikota Surabaya.

Dalam Munas tersebut, Eri Cahyadi kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI periode 2025–2030. Ia berjanji membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan.

 

Melalui semangat kebersamaan dalam Munas APEKSI VII, para wali kota menyatukan langkah untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai prioritas utama pembangunan kota. Dengan komitmen yang kuat dan rencana yang terarah, Indonesia bebas sampah 2029 bukan sekadar target, melainkan misi bersama yang dimulai dari daerah. (ivan)