Surokim: Misi Dagang Khofifah Perkuat Perdagangan dan Posisi Politik Jatim

pemerintahan | 13 Mei 2025 19:58

Surokim: Misi Dagang Khofifah Perkuat Perdagangan dan Posisi Politik Jatim
Surokim: Misi Dagang Khofifah Perkuat Perdagangan dan Posisi Politik Jatim (dok maklumat.id)

SURABAYA, PustakaJC.co - Langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menjalankan misi dagang ke berbagai provinsi dinilai sebagai strategi yang patut diapresiasi. Hal itu disampaikan pakar komunikasi politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, saat diwawancarai oleh PustakaJC.co, Senin (13/5/2025).

 

“Ya ikhtiar itu patut diapresiasi guna menguatkan investasi dan iklim perdagangan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Jawa Timur sebagai gerbang Nusantara Indonesia timur,” ujar Surokim.

 

Menurutnya, di tengah situasi ekonomi yang menantang, langkah jemput bola seperti ini menunjukkan peran aktif pemerintah daerah dalam menjadi penggerak ekonomi, bukan hanya konsumen. Hal ini sekaligus menunjukkan semangat kolaboratif yang relevan dengan era saat ini.

 

Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, Surokim menyebut keberhasilan misi dagang ini juga dapat memperkuat posisi politik Khofifah, baik di level provinsi maupun nasional.

 

“Jika misi ini berhasil, saya pikir akan menguatkan posisi Bu Khofifah dan akan menjadi salah satu barometer perdagangan nasional,” jelasnya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan UMKM dalam misi dagang tersebut. Dengan begitu, pelaku usaha lokal dapat terdorong untuk berpikir lebih luas dan berani menembus pasar internasional.

 

“Misi dagang ini terus bisa diperluas dan juga melibatkan UMKM lebih luas guna menguatkan kepercayaan diri UMKM di Jawa Timur sekaligus bisa menimba berbagai best practices dan mengambil peluang best future perdagangan dunia,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Surokim menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk memastikan bahwa hasil dari misi dagang ini tidak hanya tercermin dalam angka transaksi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, khususnya kelompok menengah ke bawah. (nov)