YOGYAKARTA, PustakaJC.co - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis iklim global yang dinilainya semakin nyata dan mengkhawatirkan. Dalam forum lecture series The Yudhoyono Institute di Yogyakarta, SBY menegaskan bahwa perubahan iklim adalah isu serius yang memerlukan aksi kolektif lintas negara dan sektor.
“Saya yang pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun dan ada dalam berbagai percaturan global, cukup prihatin melihat perkembangan dunia yang makin rumit, makin ‘dangerous’,” ujar SBY saat menyampaikan kuliah umum bertajuk “Sustainable Growth with Equity”. Dikutip dari surabayapagi.com, Rabu, (14/5/2025).
Menurutnya, krisis iklim bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman langsung terhadap kehidupan manusia.
“Kita semua tahu bahwa krisis iklim dan krisis lingkungan itu nyata, bukan fiksi, bukan hoaks,” tegas Eks presiden RI ini.
SBY menyoroti bahwa dunia saat ini belum menunjukkan persatuan yang cukup dalam menghadapi ancaman iklim. Banyak negara justru terjebak dalam konflik geopolitik, rivalitas ekonomi, dan ketegangan antar kekuatan besar.
“Sekali lagi mengingatkan ada isu besar yang tidak boleh kita biarkan karena itu akan memberikan dampak buruk bagi semua bangsa di dunia,” kata presiden ke enam itu.
Ia pun mengingatkan bahwa tanpa kerja sama global, upaya mitigasi akan kehilangan daya dorong.
“Yang kita inginkan adalah dunia yang makin damai, makin adil, makin sejahtera, dan memberikan harapan bagi siapa pun,” ujar SBY.
Endah, perwakilan dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti, menyatakan bahwa perubahan iklim dapat berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur.
“Perubahan iklim merupakan ancaman serius bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dampaknya meliputi kekeringan, banjir, tanah longsor, hingga kerusakan fasilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa adaptasi desain bangunan tahan cuaca ekstrem, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi hal krusial untuk dilakukan.
Menurut data BRIN, dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan banjir bisa mengakibatkan kerusakan infrastruktur vital dan potensi kerugian ekonomi besar jika tidak ditangani dengan langkah konkret.
SBY mengajak semua pihak, termasuk kalangan kampus, lembaga riset, pemerintah, dan swasta untuk memperkuat kerja sama.
“Kita harus meningkatkan kebersamaan, kepedulian, dan solusi kita,” tutup Politisi Demokrat ini. (ivan)