Panen Raya Jagung di Bone, Kapolri dan Mentan Kawal Ketahanan Pangan Nasional

pemerintahan | 17 Mei 2025 10:50

Panen Raya Jagung di Bone, Kapolri dan Mentan Kawal Ketahanan Pangan Nasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Mentan Andi Amran Sulaiman, melakukan panen raya Jagung di Bone. (dok surabayapagi.com)

BONE, PustakaJC.co - Langkah sinergis antara aparat penegak hukum dan sektor pertanian kembali terlihat saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin panen raya jagung di Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Jumat, (16/5/2025).

Dalam kegiatan ini, hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono, dan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno. Panen ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan sebagai pilar utama pembangunan Indonesia ke depan. Dilansir dari surabayapagi.com Sabtu, (17/5/2025).

“Alhamdulillah hari ini kami bersama-sama dengan Pak Mentan bisa melaksanakan kegiatan panen jagung. Seperti yang disampaikan oleh Pak Mentan, salah satu kekuatan negara adalah apabila kita memiliki ketahanan dan kemandirian pangan,” ujar Jenderal Sigit.

Kapolri juga menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung salah satu poin dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan Indonesia mandiri dalam penyediaan pangan. Sebagai bentuk keseriusan, Jenderal Sigit menyebut pemerintah menyiapkan dukungan Rp 5 triliun untuk menyerap hasil panen melalui sistem distribusi yang didukung infrastruktur logistik standar Bulog.

“Ini menjadi salah satu program prioritas nasional yang harus kita dukung dan kita kawal bersama,” tambah Sigit.

Panen raya jagung ini mencakup luas 49,3 hektare di Desa Bolli, dan secara total menyentuh 474 hektare di wilayah Sulsel. Panen ini juga menjadi bagian dari strategi produksi kuartal II, yang akan berpuncak pada Juni mendatang.

Melalui kerja kolaboratif lintas sektor, panen raya di Bone menegaskan tekad bersama untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara tangguh pangan, di mana pertanian menjadi pilar kedaulatan nasional yang dijaga bersama, dari desa hingga pusat kekuasaan. (ivan)