Korpri Usul ASN Pensiun di Usia 70, Benarkah Birokrasi Tak Butuh Regenerasi?

pemerintahan | 23 Mei 2025 08:05

Korpri Usul ASN Pensiun di Usia 70, Benarkah Birokrasi Tak Butuh Regenerasi?
ILUSTRASI ASN Ilustrasi ini dibuat menggunakan aplikasi kecerdasan buatan atau AI. Ilustrasi ini menunjukkan sejumlah ASN saat mengikuti upacara. (dok tribunmedan.com)

JAKARTA, PustakaJC.co - Usulan mengejutkan datang dari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri). Mereka meminta batas usia pensiun ASN diperpanjang, bahkan hingga 70 tahun bagi jabatan fungsional utama. Usulan ini memicu perdebatan, apakah birokrasi kita masih membuka ruang untuk regenerasi?

Ketua Umum Korpri, Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, batas usia pensiun diusulkan berbeda-beda tergantung jenjang jabatan. Dilansir dari kompas.com, Jumat, (23/5/2025).

“Korpri mengusulkan agar Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Utama pensiun di usia 65 tahun, JPT Madya 63 tahun, JPT Pratama 62 tahun, eselon III dan IV 60 tahun, dan Jabatan Fungsional Utama hingga 70 tahun,” ujar Zudan dalam keterangan pers, Kamis, (22/5/2025).

Zudan menjelaskan, alasan utama usulan ini adalah meningkatnya harapan hidup dan perlunya ruang pengembangan karier ASN.

 

“Tingkat usia semakin tinggi serta harapan hidup semakin bagus, sehingga wajar BUP ASN ditambah,” lanjut Ketua Umum Korpri.

Usulan ini sudah disampaikan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Menpan-RB Rini Widyantini melalui surat bernomor B-122/KU/V/2025 tertanggal 15 Mei 2025. Surat tersebut juga ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Korpri, Bima Haria Wibisana.

Korpri juga menyoroti sistem jabatan fungsional ASN yang dianggap menghambat karier. Struktur piramida disebut membuat promosi makin sempit.

“Kami mengusulkan skema karier ASN diubah dari piramida menjadi tabung, agar ASN dari level pertama hingga utama bisa naik secara proporsional,” tulis Korpri dalam suratnya.

Usulan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengamat dan publik. Perpanjangan usia pensiun bisa membuat formasi ASN semakin tertutup bagi generasi muda. Sementara banyak lulusan baru menunggu kesempatan masuk birokrasi. (ivan)