Jawa Timur Sumbang Separuh Ekonomi Hijau Nasional Lewat KTH

pemerintahan | 08 Juni 2025 15:22

Jawa Timur Sumbang Separuh Ekonomi Hijau Nasional Lewat KTH
NTE KTH Jatim 2025 Berkontribusi 52,18% dari Capaian Nasional.

MINA, PustakaJC.co - Jawa Timur kembali mencatat prestasi nasional dengan menjadi provinsi penyumbang terbesar Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) secara nasional. Hingga 31 Mei 2025, NTE KTH Jawa Timur mencapai Rp497,9 miliar atau setara 52,18 persen dari total NTE nasional sebesar Rp946,4 miliar.

Capaian ini tidak lepas dari kolaborasi antara Kelompok Tani Hutan, Penyuluh Kehutanan, dan Dinas Kehutanan Jawa Timur dalam mendampingi usaha produktif masyarakat di kawasan hutan rakyat. Program perhutanan sosial terbukti tidak hanya menjaga kelestarian alam, tapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan secara nyata.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh penyuluh kehutanan dan KTH atas kontribusi luar biasa ini.

“Alhamdulillah hingga Mei 2025, catatan NTE KTH Jawa Timur selalu konsisten sebagai yang tertinggi se-Indonesia. Tentu ini buah kerja keras berbagai pihak, khususnya para petugas penyuluh kehutanan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Khofifah dari Tanah Suci saat menjalankan ibadah haji, Sabtu, (7/6/2025).

Menurutnya, para penyuluh kehutanan adalah garda terdepan dalam membangun produktivitas masyarakat di kawasan hutan sekaligus menjaga kelestariannya.

“Penyuluh kehutanan tugasnya sangat mulia. Mereka terus mendorong masyarakat sekitar hutan untuk tetap produktif, namun tidak melupakan kelestarian lingkungan tempat tinggalnya,” tegas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mendorong hilirisasi hasil komoditas KTH agar nilai tambah produk dapat langsung dinikmati oleh masyarakat lokal. Pemprov Jatim pun telah menyediakan akses permodalan melalui kredit lunak serta fasilitasi pendampingan ekspor bersama OPD dan lembaga terkait.

“Kita tidak ingin masyarakat lokal hanya jadi penonton. Mereka harus berdaya dan sejahtera di wilayahnya sendiri,” tambah Gubernur Jawa Timur itu.

Tahun sebelumnya, pada 2024, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan NTE KTH tertinggi nasional dengan capaian Rp619,9 miliar atau 47,57 persen dari total nasional. Atas kinerja ini, Pemprov Jatim menerima penghargaan dari Kementerian Kehutanan sebagai provinsi dengan capaian NTE KTH tertinggi se-Indonesia.

Capaian ini menunjukkan bahwa perhutanan sosial di Jawa Timur bukan sekadar program lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. (ivan)