SURABAYA, PustakaJC.co – Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali menyisakan luka mendalam. Dari 65 orang di atas kapal, 30 penumpang berhasil diselamatkan, tujuh meninggal dunia, dan 28 lainnya masih dalam pencarian hingga Minggu, (6/7/2025).
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur pun mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayaran dan keselamatan transportasi laut. Anggota DPRD Jatim, Dewanti Rumpoko, menegaskan bahwa musibah ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, terutama Kementerian Perhubungan. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (7/7/2025).
“Ini harus jadi evaluasi besar, bersama dan menyeluruh. Terutama penyebrangan seperti ini. Memang bukan ranah provinsi, tapi karena ini terjadi di Banyuwangi, kami bersuara agar kejadian seperti ini tak terulang lagi,” tegas Dewanti, Sabtu, (5/7/2025).
Politisi yang juga mantan Wali Kota Batu itu menyoroti pentingnya pengawasan armada kapal, termasuk uji kelayakan dan disiplin kapasitas muatan secara berkala seperti halnya uji KIR kendaraan darat.
“Evaluasi terhadap kelayakan kapal harus menjadi prioritas utama. Ini soal keselamatan jiwa manusia, bukan sekadar logistik,” tambahnya.
Tak hanya itu, kompetensi awak kapal juga menjadi sorotan. Menurut Dewanti, human error yang diduga sebagai penyebab insiden ini bisa dicegah jika SDM kapal memiliki pelatihan dan kesejahteraan yang layak.
“Jangan sampai kapalnya layak, tapi kru tidak siap. Awak kapal membawa nyawa manusia,” ujar Politisi yang juga mantan Wali Kota Batu.
Sementara itu, Agus Black Hoe, anggota Fraksi PDIP lainnya, meminta Pemerintah Provinsi Jatim segera memberikan pendampingan dan trauma healing bagi korban yang selamat, terutama anak-anak dan perempuan.
“Kami minta Pemprov hadir memberikan layanan trauma healing. Pemulihan psikologis pascakejadian sangat penting dan tak boleh diabaikan,” kata Agus.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi laut. Kegagalan dalam penanganan insiden semacam ini bisa berdampak pada turunnya minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi laut.
“Jangan sampai ada keraguan di masyarakat. Kepercayaan publik harus dijaga,” pungkas anggota Fraksi PDIP ini. (ivan)