Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Bastille Day, Indonesia Masuk Panggung Diplomasi Dunia

pemerintahan | 15 Juli 2025 05:26

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Bastille Day, Indonesia Masuk Panggung Diplomasi Dunia
Upacara peringatan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day. (dok setkab)

PARIS, PustakaJC.co - Momen bersejarah tercipta di Paris saat Presiden Prabowo Subianto menjadi Presiden RI pertama yang diundang sebagai tamu kehormatan dalam upacara Bastille Day, Senin, (14/7/2025). Dunia menyaksikan: Indonesia kini berdiri sejajar dengan kekuatan global.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kehormatan tinggi dari pemerintah Prancis sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Champs-Élysées, Paris, Senin, (14/7/2025). Undangan ini secara resmi disampaikan oleh Presiden Emmanuel Macron dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Prancis. Dilansir dari setkab.go.id, Selasa, (15/7/2025).

Dalam upacara yang sarat makna simbolik tersebut, Presiden Prabowo duduk di podium utama berdampingan dengan Presiden Macron dan para tokoh penting Prancis lainnya. Ia juga disambut dengan penghormatan militer, memperlihatkan eratnya hubungan strategis kedua negara.

“Kami sangat menghormati kehadiran Presiden Prabowo. Ini adalah simbol kuat dari kemitraan strategis antara Prancis dan Indonesia, yang kami harapkan akan terus tumbuh di berbagai bidang: pertahanan, pendidikan, energi, dan perubahan iklim,” ujar Presiden Emmanuel Macron dalam pidato sambutannya.

Bastille Day sendiri telah menjadi arena diplomatik bergengsi sejak resmi diperingati pada 1880. Parade ini tidak hanya mengenang Revolusi Prancis, tetapi juga memberi ruang bagi negara sahabat untuk menunjukkan hubungan bilateral yang kuat. Sebelum Prabowo, tokoh-tokoh dunia seperti Nelson Mandela (1996), Lula da Silva (2005), Donald Trump (2017), Lee Hsien Loong (2018), dan Narendra Modi (2023) juga pernah mendapat kehormatan serupa.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut undangan ini sebagai “pengakuan dunia atas posisi strategis Indonesia, serta momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indo-Pasifik yang damai dan inklusif.”

Tak hanya itu, peringatan ini juga menjadi penanda peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan tinggi, energi terbarukan, dan industri strategis antara kedua negara.

“Ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan bangsa. Undangan ini adalah bentuk penghormatan terhadap Indonesia yang stabil, terbuka, dan dihormati dalam tatanan global,” kata Presiden Prabowo usai menghadiri parade.

Dengan tampil di Bastille Day sebagai tamu kehormatan, Presiden Prabowo tidak hanya mengangkat nama Indonesia di pentas dunia, tetapi juga membuka jalan baru bagi diplomasi yang lebih aktif, setara, dan strategis. Sebuah langkah maju yang layak dibanggakan. (ivan)