“Kami merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi tuan rumah verifikasi. Ini bukan hanya pengakuan, tapi juga motivasi bagi kami untuk terus menjaga hutan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menunjukkan bahwa warga desa juga bisa berkontribusi untuk bangsa,” tutur Jumadi.
Menurutnya, KTH Rengganis telah menjalankan sejumlah program konservasi dan budidaya berbasis hutan yang melibatkan warga secara aktif, mulai dari tanaman kehutanan, pengembangan agroforestry, hingga pelatihan ekonomi produktif.
Verifikasi ini menjadi titik penting dalam perjalanan KTH Rengganis menuju pencapaian tingkat nasional. Terlepas dari hasil akhirnya, keterlibatan aktif warga dan kerja kolektif mereka sudah membuktikan bahwa hutan bisa dikelola dengan bijak dari desa, untuk Indonesia yang lebih hijau. (ivan)