KTH Rengganis Jadi Tuan Rumah Verifikasi Wana Lestari Nasional, Perhutani Jember Dampingi Penuh

pemerintahan | 18 Juli 2025 19:34

KTH Rengganis Jadi Tuan Rumah Verifikasi Wana Lestari Nasional, Perhutani Jember Dampingi Penuh
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi (baju putih sebelah kiri). (dok istimewa)

JEMBER, PustakaJC.co – Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, mencatatkan sejarah. Kelompok Tani Hutan (KTH) Rengganis dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Verifikasi Lapangan Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2025 oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Rabu, (16/7/2025).

 

Kegiatan ini merupakan tahapan penting dari seleksi nasional yang mengapresiasi kelompok atau individu yang berkontribusi dalam pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat melalui skema perhutanan sosial.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Tim Verifikator Kementerian Kehutanan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Jember, Administratur Perhutani KPH Jember, Tim Kelompok Kerja Perhutanan Sosial (Pokja PS) Kabupaten Jember, serta Forkopimcam Kecamatan Panti.

Eko Teguh Prasetyo, Administratur Perhutani KPH Jember, mengapresiasi peran aktif KTH Rengganis yang dinilai konsisten dan inspiratif.

 

“Kami sangat mengapresiasi kinerja KTH Rengganis. Mereka tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perhutanan sosial. Kami bangga mereka menjadi tuan rumah verifikasi nasional tahun ini,” ujar Eko.

 

 

 

Sementara itu, Jumadi, selaku Ketua KTH Rengganis, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada kelompoknya.

“Kami merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi tuan rumah verifikasi. Ini bukan hanya pengakuan, tapi juga motivasi bagi kami untuk terus menjaga hutan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menunjukkan bahwa warga desa juga bisa berkontribusi untuk bangsa,” tutur Jumadi.

 

 

 

Menurutnya, KTH Rengganis telah menjalankan sejumlah program konservasi dan budidaya berbasis hutan yang melibatkan warga secara aktif, mulai dari tanaman kehutanan, pengembangan agroforestry, hingga pelatihan ekonomi produktif.

 

 

Verifikasi ini menjadi titik penting dalam perjalanan KTH Rengganis menuju pencapaian tingkat nasional. Terlepas dari hasil akhirnya, keterlibatan aktif warga dan kerja kolektif mereka sudah membuktikan bahwa hutan bisa dikelola dengan bijak dari desa, untuk Indonesia yang lebih hijau. (ivan)