Perkuat Ekosistem Pengembangan Kompetensi ASN : BPSDM Jatim Inisiasi Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala OPD dan Sekda se-Jawa Timur

pemerintahan | 22 Juli 2025 14:52

Perkuat Ekosistem Pengembangan Kompetensi ASN : BPSDM Jatim Inisiasi Penandatanganan Komitmen Bersama Kepala OPD dan Sekda se-Jawa Timur
Momen penandatanganan komitmen bersama yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat ekosistem pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). (dok istimewa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Sebuah langkah kolaboratif penting dilakukan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur dalam penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui gelaran Leadership Update Forum (LUF) Seri 2, BPSDM Jatim menginisiasi penandatanganan komitmen bersama antara Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim dengan para Kepala Perangkat Daerah dan Sekda dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, Selasa, (15/7/2025).

Penandatanganan ini menjadi momentum bersejarah yang menandai komitmen kolektif antar OPD dan lintas wilayah dalam pengembangan SDM aparatur secara terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta lebih tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, AKS., MAP., dan mengundang Motivator Nasional Dr (HC) Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ Corporation.

Dalam Sambutannya, Sekda Provinsi Jatim menegaskan, bahwa kalau Indonesia ingin meraih cita-cita besar Indonesia Emas 2045, maka harus didukung oleh kompetensi kepemimpinan ASN yang mumpuni, cerdas, berkarekter, berintegritas dan adapatif dengan perkembangan zaman.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono (tengah) membuka resmi Leadership Update Forum (LUF) Seri 2 dengan memukul gong, didampingi Motivator Nasional Ary Ginanjar Agustian (kiri) dan Kepala BPSDM Jatim Ramliyanto (kanan), Selasa, (15/7/2025). Forum ini menandai komitmen bersama penguatan kompetensi ASN se-Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, menyampaikan bahwa tantangan birokrasi modern tidak bisa dihadapi dengan pendekatan sektoral semata. Ia menegaskan pentingnya peran aktif semua OPD, termasuk Sekda kabupaten/kota, dalam membina dan mengembangkan SDM-nya masing-masing.

“Pengembangan SDM bukan hanya menjadi tugas BPSDM, BKD atau instansi penyelenggara pelatihan semata, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  di pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur,” ujar Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto.

Menurutnya, komitmen yang dibangun lewat penandatanganan komitmen bersama para  Kepala OPD dan Sekda se Jatim tersebut mencerminkan semangat baru dalam reformasi pengembangan kompetensi birokrasi berbasis sinergi dan kolaborasi.

“Melalui  komitmen bersama sebagai rangkaian dari kegiatan LUF ini, BPSDM Jatim berharap dapat memperkuat budaya kepemimpinan yang kolaboratif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan zaman yang kian akseleratif,” imbuhnya.

Dalam forum itu, BPSDM Jatim juga memperkenalkan pendekatan pemetaan talenta ASN berbasis digital melalui sistem AI TalentDNA, bekerjasama dengan ESQ Corp, yakni metode pemetaan kompetensi dan potensi ASN untuk memastikan pengembangan  kompetensi dan penempatan yang tepat sasaran dan akurat.

Para pimpinan OPD, Sekda kabupaten/kota, serta tamu undangan berfoto bersama usai penandatanganan komitmen bersama pengembangan kompetensi ASN se-Jawa Timur dalam gelaran Leadership Update Forum (LUF) Seri 2 BPSDM Jatim, Selasa, (15/7/2025).

Penandatanganan komitmen oleh Sekda Provinsi bersama para Kepala OPD dan Sekda kabupaten/kota menunjukkan bahwa tanggung jawab pengembangan ASN kini dilakukan secara sinergis dan kolaboratif oleh masing-masing OPD dan Kabupaten/Kota, dengan dukungan fasilitasi dari BPSDM Jatim. 

Masih terkait penandatanganan komitmen bersama antara Sekda Provinsi Jatim dengan para Kepala OPD dan Sekda dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, Langkah ini menjadi bagian dari strategi BPSDM Jatim dalam membentuk birokrasi yang adaptif, digital-savvy, dan berintegritas tinggi.

“Dengan sinergi bersama lintas perangkat daerah dan lintas wilayah ini, kita berharap terbangun ekosistem pengembangan kompetensi ASN yang bisa melayani ASN dalam jumlah yang besar dan dengan akses yang mudah dan murah, baik melalui pembelajaran mandiri, pembelajaran terstruktur, pembelajaran kolaboratif, maupun pembelajaran praktik di tempat kerja, sebagaimana telah menjadi pilar dari pembelajaran terintegrasi (Corporate University).,” pungkas Ramli. (ivan)