Hari Koperasi Jatim Tampilkan Semangat Kolaboratif dan Layanan Nyata

pemerintahan | 22 Juli 2025 15:16

Hari Koperasi Jatim Tampilkan Semangat Kolaboratif dan Layanan Nyata
Puncak peringatan Hari Koperasi ke-78 Jawa Timur (Jatim) yang digelar di Stadion Letjen Hadji Soedriman (SLS) Bojonegoro. (dok bojonegororaya)

SURABAYA, PustakaJC.co – Peringatan Hari Koperasi ke-78 di Jawa Timur tak hanya menampilkan pertunjukan budaya memikat, tetapi juga menyuguhkan berbagai layanan konkret bagi pelaku koperasi dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Gelaran Hari Koperasi ke-78 tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung 17–27 Juli 2025 tak hanya menjadi ajang selebrasi, tapi juga sarat makna dan aksi nyata. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah pemecahan Rekor MURI oleh 2.025 Penari Api Kayangan yang tampil secara kolosal di Halaman Stadion Letjend H. Soedirman, Bojonegoro.

Pertunjukan ini bukan sekadar tontonan, tetapi membawa pesan simbolik bagi gerakan koperasi di Jawa Timur.

“Penari api mencerminkan semangat, keteguhan, dan kemurnian jiwa. Nilai-nilai itu pula yang diharapkan menjadi jiwa dalam pemberdayaan koperasi demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, melalui Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Fathan Syarif Purnama.

Lebih dari sekadar atraksi, keterlibatan ribuan penari dari berbagai latar belakang menunjukkan pentingnya keberagaman dan sinergi lintas sektor. “Dalam orchestra budaya ini, kita belajar bahwa kekuatan kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem koperasi yang berkeadilan dan inklusif,” tambah Fathan.

Selain menonjolkan sisi edukasi dan simbolik, peringatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan layanan konkret melalui Roadshow SERGAPP dan konsultasi K-UKM. Roadshow ini memberikan layanan terintegrasi mulai dari aspek kelembagaan, pembiayaan, produksi, hingga pemasaran.

“Layanan dasar seperti penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bisa langsung diselesaikan di tempat. Sedangkan layanan lanjutan seperti sertifikasi halal, PIRT, BPOM, program pembiayaan bersubsidi bunga (Prokesra), hingga perluasan akses pemasaran akan kami tindak lanjuti melalui tim pendamping UMKM dari Diskopum Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya,” tukas Fathan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pemprov Jatim tidak berhenti pada edukasi semata, tetapi juga hadir melalui pendampingan lanjutan yang berdampak langsung bagi pengembangan usaha koperasi dan UMKM.

Dengan menggabungkan semangat kolaboratif melalui pertunjukan budaya dan penyediaan layanan yang terintegrasi, Hari Koperasi ke-78 di Jawa Timur menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah dalam memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM. Momentum ini menjadi tonggak penting untuk membangun Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara berbasis ekonomi kerakyatan. (ivan)