Emil Dardak Genjot City Branding, Percepat Investasi dan Wisata Daerah

pemerintahan | 27 Juli 2025 19:24

Emil Dardak Genjot City Branding, Percepat Investasi dan Wisata Daerah
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

SURABAYA, PustakaJC.co – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak resmi membuka Sosialisasi City Branding dan Communal Branding di Kantor Gubernur Jatim, Jumat, (25/7/2025). Kegiatan ini jadi langkah strategis memperkuat identitas daerah dan mempercepat laju Trade, Tourism, and Investment (TTI) di kabupaten/kota se-Jatim.

“City branding bukan sekadar logo atau slogan. Ini adalah representasi dari visi, potensi, dan karakter unik daerah yang harus terus diperkuat dan dijaga kesinambungannya,” ujar Emil dalam sambutannya.

Acara ini dihadiri para kepala daerah dari 13 kota/kabupaten, termasuk Bojonegoro, Situbondo, Malang, hingga Batu. Mereka diajak menyusun action plan yang selaras dengan RPJMD masing-masing daerah.

Emil menekankan, branding harus dimulai sejak periode awal menjabat kepala daerah. Namun, ia mengingatkan agar branding tidak selalu berarti perubahan total.

“Tidak semua harus diganti. Tantangannya justru ada di balancing antara keberlanjutan dan inovasi,” lanjutnya.

Emil juga memaparkan keberhasilan communal branding yang telah dilakukan, seperti “Javeast Coffee”—brand kopi hasil kolaborasi petani hutan Jatim yang kini menyasar pasar ekspor.

“Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemasan dan branding yang tepat, produk lokal bisa bersaing di level nasional maupun internasional. Dulu, saat menjabat Bupati Trenggalek, kami ekspor batik ke luar negeri,” kenangnya.

Untuk memperkuat strategi branding daerah, Emil menggandeng pakar marketing nasional Hermawan Kertajaya, yang hadir langsung dalam forum ini.

Hermawan mengatakan, banyak daerah hanya butuh strategi komunikasi yang tepat untuk menyampaikan potensi lokal.

“Branding itu soal persepsi dan positioning. Barang China bisa mendunia bukan Cuma karena produksi, tapi karena strategi komunikasi mereka kuat—murah tapi berkualitas. Daerah-daerah di Jatim juga bisa seperti itu kalau pesannya tepat,” kata pendiri MCrop tersebut.

Mengusung tema “Branding Kota, Identitas Daerah Kuat, Potensi Lokal Optimal Berdaya Saing”, forum ini juga mengajak pemimpin daerah baru (newcomers) untuk aktif berinovasi dan berkolaborasi antardaerah.

Emil berharap, sosialisasi ini jadi pemicu munculnya inovasi-inovasi lokal yang mampu mengangkat potensi unggulan masing-masing wilayah.

“Kalau branding daerah kuat, maka dampaknya langsung terasa: wisata tumbuh, investasi masuk, dan produk lokal punya nilai tambah,” pungkas Wakil Gubernur Jatim itu. (ivan)