SURABAYA, PustakaJC.co – Penataan parkir di kawasan wisata Tunjungan, Surabaya, menuai reaksi serius dari pelaku usaha. Meski di satu sisi membuat kawasan lebih rapi dan nyaman bagi pejalan kaki, dampaknya mulai terasa ke sektor ekonomi, khususnya bisnis makanan dan minuman.
Brawijaya, pemilik gerai Zerogram, mengaku omzet usahanya turun drastis pasca penataan. Dilansir dari jawapos.com, Kamis, (31/7/2025).
“Hari kerja bisa turun 30 persen, kalau akhir pekan bahkan sampai 40–50 persen,” ujarnya, Selasa, (29/7/2025).
Ia menyebut, kondisi ini tak hanya dialaminya. “Pekan lalu kami sempat ngobrol dengan sesama tenant, dan penurunannya beragam. Rata-rata 35 persen. Tapi ada juga yang turun sampai 90 persen,” ungkapnya.
Jika situasi ini terus berlanjut, pengusaha mulai mempertimbangkan efisiensi pegawai.
“Kami tidak ingin PHK, tapi kalau terus begini, tentu harus ada langkah penyesuaian,” tambahnya.
Brawijaya menyayangkan minimnya komunikasi dari pihak terkait mengenai kebijakan baru ini. “Kalau memang harus berlanjut, setidaknya ada tambahan kantong parkir yang layak dan shuttle yang bisa antar-jemput pengunjung dari lokasi parkir ke area tenant,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Arjun Akbar Atmadja, Manager Operasional Aiola Tunjungan. Ia menyebut, meski lokasi usahanya dekat dengan kantong parkir, omzet tetap menurun tajam.
“Di hari kerja bisa turun 50–60 persen. Saat weekend, penurunan berkisar 20–30 persen,” ungkap Arjun.
Menurut Arjun, kurangnya informasi kepada wisatawan luar kota menjadi salah satu penyebab.
“Banyak tamu dari luar Surabaya yang batal datang karena tidak tahu ada penataan parkir. Jadi kami mulai aktif edukasi lewat media sosial,” tutur Arjun.
Strategi adaptif pun dilakukan, salah satunya dengan menambah jam operasional.
“Kami buka lebih pagi di hari kerja dan tutup lebih malam di akhir pekan. Tenant lain juga mulai mengikuti,” jelasnya.
Kawasan Tunjungan saat ini memang terlihat lebih nyaman bagi pedestrian. Tasha dan Diva, dua pengunjung asal Sidoarjo, mengaku merasakan bedanya.
“Sekarang lebih lega, nggak sumpek. Tapi ya parkirnya susah sekarang,” ucap Tasha.
Para pelaku usaha berharap ada sinergi antara pemerintah dan pelaku industri agar penataan kawasan tetap bisa berjalan tanpa mengorbankan geliat ekonomi lokal. Sebab, keberhasilan penataan kota seharusnya juga berdampak positif bagi semua pihak, termasuk UMKM dan tenant lokal. (ivan)