MADIUN, PustakaJC.co – Rasa cinta Tanah Air tidak boleh luntur di tengah derasnya arus perubahan zaman. Inilah pesan utama dari kegiatan Sosialisasi dan Diseminasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang digelar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI di Kota Madiun, Kamis, (31/7/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aston Hotel Madiun ini diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, profesi, hingga pemuda dan kader komunitas lokal. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (1/8/2025).
Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kemenhan RI, Brigadir Jenderal Eko Sunarko, menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI atau Kemenhan semata, tapi kewajiban seluruh rakyat Indonesia.
“Kesadaran bela negara adalah tanggung jawab kolektif. Bangsa ini lahir dari perjuangan rakyat, maka generasi sekarang harus terus diingatkan untuk mencintai Tanah Air dan menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Brigjen Eko.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2022 tentang kebijakan pembinaan kesadaran bela negara. Harapannya, nilai-nilai dasar bela negara seperti cinta Tanah Air, kesetiaan pada Pancasila, dan rela berkorban bisa diinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kita ingin masyarakat mampu menjadi teladan. Nilai bela negara bisa diterapkan dalam profesi apa pun. Inilah dasar dari Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta,” tambahnya.
Wali Kota Madiun, Maidi, yang turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut, menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan keamanan di Kota Madiun yang dikenal dengan banyaknya perguruan pencak silat.
“Keamanan tidak bisa diukur dengan materi. Di Madiun, alhamdulillah, kami hidup rukun berkat dukungan semua pihak—Forkopimda, DPRD, TNI-Polri, dan masyarakat. Ini bukti bela negara nyata di tingkat lokal,” tegas Maidi.
Ia mengingatkan bahwa meski terdapat perbedaan budaya dan organisasi, semangat Pancasila harus tetap menjadi pemersatu.
“Perbedaan boleh, tapi hati dan pikiran kita harus sama untuk menjaga keutuhan bangsa,” tandasnya.
Sosialisasi ini bukan kegiatan seremonial semata. Pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk sadar bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional. Tantangan zaman seperti radikalisme, hoaks, hingga degradasi nilai kebangsaan membutuhkan ketahanan dari masyarakat sendiri.
Lewat kegiatan ini, Kemenhan menegaskan bahwa bela negara bisa dimulai dari hal kecil. Menjadi warga yang patuh hukum, menjaga kerukunan, aktif di komunitas, serta mencintai budaya lokal adalah wujud nyata dari bela negara. (ivan)