SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat daya saing daerah dengan membangun sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan berkelas global. Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Singapura, salah satu negara paling inovatif di dunia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya membangun kerja sama lintas negara dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, HE. Kwok Fook Seng, bersama 48 peserta Senior Management Programme (SMP) dari 31 institusi Singapura di Gedung Negara Grahadi, dilansir dari surabayapagi.com, Sabtu, (2/8/2025).
“Kami berharap ada proses untuk berbagi pengalaman terbaik dari Singapura, khususnya dalam penguatan reformasi birokrasi, pendidikan, kesehatan, dan investasi,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Singapura layak dijadikan rujukan karena keberhasilannya dalam berbagai indeks global. Dalam IMD World Talent Rankings 2024, Singapura berada di peringkat 2 dunia, sementara di Global Innovation Index 2024 mereka menempati peringkat 4 dunia. Di kawasan ASEAN, Singapura masih unggul sebagai negara dengan daya saing tertinggi.
Khofifah juga menyebutkan bahwa Pemprov Jatim akan melakukan kunjungan balasan ke Singapura pada November 2025 untuk mengikuti sejumlah short course, meliputi bidang manajemen rumah sakit, reformasi birokrasi, investasi, dan kepemimpinan sekolah.
“Kami ingin transfer pengetahuan ini mampu mencetak SDM birokrasi yang kompeten, lincah, dan berorientasi pelayanan publik,” jelasnya.
Sementara itu, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, mengungkapkan apresiasinya terhadap perkembangan Jawa Timur sebagai kekuatan ekonomi nasional.
“Jawa Timur menyumbang lebih dari 14,42 persen terhadap PDB nasional dan mencatat pertumbuhan ekonomi 5,00 persen di Triwulan I 2025, ini menunjukkan potensi besar,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ke Jatim, termasuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memperkuat pemahaman pihaknya tentang potensi dan arah pembangunan Jawa Timur.
“Kami melihat pusat keunggulan (center of excellence) di Jatim, dan kami menyambut baik kerja sama yang lebih erat di masa depan,” kata Kwok.
Kolaborasi ini menandai bentuk nyata diplomasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik. Pemprov Jatim tidak hanya menargetkan perubahan administratif, tapi juga transformasi mentalitas dan kapasitas para pemangku kebijakan di semua lini. (ivan)