SURABAYA, PustakaJC.co - Taman Harmoni Keputih di Surabaya resmi dibuka! Dulunya tempat pembuangan sampah, kini disulap jadi ruang terbuka hijau bertema dunia. Lengkap dengan wahana edukasi, kuliner, dan spot foto ikonik dari lima benua.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Taman Harmoni di Keputih, Sukolilo, Minggu, (3/8/2025). Taman seluas 8 hektare ini sebelumnya merupakan tempat pembuangan akhir (TPA), yang kini bertransformasi total menjadi destinasi wisata keluarga bertema “Harmony of The World”. Dilansir dari jawapos.com, Senin, (4/8/2025).
“Alhamdulillah, saya bahagia betul. Dulu ini tempat pembuangan sampah, tapi sekarang sudah berubah total jadi taman cantik dan edukatif,” kata Eri Cahyadi usai meninjau lokasi.
Tak hanya hijau dan asri, taman ini juga dilengkapi berbagai zona menarik:
•Zona Dunia: Mengusung ikon-ikon dari Asia, Eropa, Australia, Amerika, hingga Antartika.
•Zona Anak: Playground, kandang kelinci, ayam kate, dan taman lalu lintas.
•Zona Rekreasi: Outbound, ATV, flying fox, dan tunggang kuda poni.
•Zona Kuliner: Pasar Ngisor Pring atau Sorpring, pusat kuliner UMKM di bawah rimbunnya hutan bambu.
Menariknya, taman ini akan menerapkan sistem tiket berbasis voucher, berkisar antara Rp 15.000 – Rp 20.000. Voucher itu bisa ditukar untuk menikmati jajanan lokal atau menyewa tikar.
“Pengunjung tidak boleh bawa makanan dari luar, tapi kami siapkan kuliner dari UMKM. Jadi beli tiket, dapat voucher makan. UMKM-nya jalan, pengunjung juga senang,” ujar Eri.
Warga pun menyambut positif. Salah satunya, Jeje Laurent (25), warga Genteng, yang datang bersama keponakannya.
“Taman Harmoni sekarang jauh lebih hidup. Ada edukasi, ada mainan, dan bisa belajar budaya luar juga. Anak kecil aman, orang tua pun bisa healing,” katanya.
Revitalisasi Taman Harmoni membuktikan bahwa ruang kota bisa diubah menjadi tempat yang penuh makna dan manfaat. Dari tempat pembuangan sampah menjadi taman dunia, Surabaya kembali menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan, UMKM, dan kebahagiaan warganya. (ivan)