Program Makan Bergizi Gratis di Jatim Sentuh 1,9 Juta Warga

pemerintahan | 23 Agustus 2025 20:03

Program Makan Bergizi Gratis di Jatim Sentuh 1,9 Juta Warga
Ilustrasi pelaksanaan MBG di Surabaya. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur terus menunjukkan progres signifikan. Hingga 20 Agustus 2025, tercatat 1,9 juta penerima manfaat telah terlayani melalui 714 Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, program nasional ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penerima, tetapi juga menggerakkan sektor lain, mulai dari tenaga kerja, UMKM, hingga produk pertanian lokal. Dilansir dari jawapos.com, Sabtu, (23/8/2025).

“Kalau program ini bisa berjalan maksimal, maka serapan tenaga kerja meningkat, UMKM kita tumbuh, dan produk pertanian lokal juga terserap lebih baik,” ujar Khofifah dalam Rapat Konsolidasi Program Prioritas Nasional Bidang Pangan di Kantor Setda Provinsi Jatim.

Meski capaian cukup tinggi, Khofifah mengakui masih ada tantangan besar, terutama soal koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Sejumlah kabupaten/kota belum memperbarui data penerima manfaat, sehingga memperlambat distribusi.

“Kami berterima kasih kepada Pak Mendagri yang dalam beberapa minggu terakhir sudah melakukan koordinasi khusus, baik untuk MBG, bedah rumah, maupun KDKMP. Tapi memang koordinasi ini masih perlu diperkuat,” jelasnya.

Khofifah juga menyoroti minimnya keterlibatan pesantren dalam program MBG. Dari kebutuhan 3.545 SPPG di Jatim, baru sekitar 6.000 santri yang masuk daftar penerima manfaat, padahal banyak pesantren besar memiliki santri hingga belasan ribu orang.

“Kalau pesantren bisa lebih banyak tercover, percepatan program ini akan jauh lebih signifikan,” tambahnya.

Untuk memperluas jangkauan, Khofifah mendorong optimalisasi Satgas MBG di daerah lewat sosialisasi masif dan penguatan sistem informasi. Ia juga membuka opsi pemanfaatan gedung kecil di depan Grahadi sebagai lokasi strategis untuk mendukung distribusi layanan.

Dengan sinergi yang lebih kuat antara pusat, daerah, pesantren, dan masyarakat, Khofifah optimistis program MBG akan memberikan dampak lebih luas, baik bagi kesehatan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi lokal. (ivan)