LAMONGAN, PustakaJC.co – Festival Dayung Tejoasri 2025 resmi naik kelas. Dari yang awalnya hanya tingkat desa, kini ajang olahraga tradisional ini berhasil menembus level provinsi. Sebanyak 64 tim dari berbagai kabupaten di Jawa Timur ikut ambil bagian dalam lomba yang digelar di Bendungan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Minggu (14/9/2025).
Pertarungan berlangsung seru. Desa Tebaloan Gresik keluar sebagai juara pertama, disusul Desa Kabalan Bojonegoro di posisi kedua, Desa Tambaklekok Pasuruan juara ketiga, dan Desa Parengan Lamongan meraih juara harapan. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp20 juta. Dilansir dari surabayapagi.com, Senin, (15/9/2026).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menilai Festival Dayung Tejoasri menjadi bukti komitmen daerah dalam melestarikan tradisi sekaligus menggerakkan perekonomian.
“Dari tahun pertama hanya tingkat desa, lalu kabupaten, dan sekarang provinsi. Festival ini tidak hanya olahraga, tetapi juga pemantik pariwisata dan ekonomi masyarakat Lamongan,” ujar Bupati Lamongan.
Event ini juga melibatkan lebih dari 100 UMKM lokal yang memamerkan produk khas Lamongan, sehingga memberi dampak nyata pada sektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, Kepala Dispora Jatim Hadi Wawan Guntoro, yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, menyebut festival ini sebagai contoh lengkap dari sinergi budaya, olahraga, dan ekonomi.
“Festival Dayung Tejoasri adalah event yang utuh. Ada olahraga tradisional, kearifan lokal, budaya gotong royong, dan UMKM yang menggerakkan ekonomi. Pemprov Jatim siap terus mendukung agar festival ini menjadi ikon Jawa Timur,” tegas Wawan.
Dengan dukungan pemerintah daerah hingga provinsi, Festival Dayung Tejoasri bukan hanya menjaga warisan tradisi, tetapi juga mengukuhkan Lamongan sebagai pusat daya tarik budaya dan olahraga di Jawa Timur. (ivan)