Gubernur Khofifah Serap Panen Tomat di Madiun, Pemprov Jatim Gerak Cepat Stabilkan Harga

pemerintahan | 27 September 2025 18:48

Gubernur Khofifah Serap Panen Tomat di Madiun, Pemprov Jatim Gerak Cepat Stabilkan Harga
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Dr. Ir. Heru Suseno, MMT, saat menyerap panen tomat petani di Desa Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Kehadiran Kepala Dinas ini menegaskan dukungan penuh Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi hasil serapan sampai ke masyarakat. (dipertakpjatim)

MADIUN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyerap 1,3 ton tomat dari petani di Desa Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jumat (26/9/2025). Langkah ini menjadi bagian dari upaya cepat Pemprov Jatim menolong petani yang harga tomatnya anjlok hingga Rp2.000 per kilogram akibat kelebihan pasokan.

 

Untuk menekan kerugian petani, Pemprov membeli tomat dengan harga Rp4.000 per kilogram. Tomat yang sudah diserap akan dibagikan ke sekolah-sekolah (PAUD, TK, SD) dalam bentuk jus sehat bagi siswa. 

 

“Saya minta bupati dan wali kota di seluruh Jatim ikut menyerap panen tomat di daerahnya. Kalau dibagikan ke sekolah-sekolah, bukan hanya membantu petani, tapi juga menyehatkan anak-anak,” ujar Khofifah.

 

 

 



 

 

 

 

 

 

Dalam kunjungan itu, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, MMT. Kehadiran Kepala Dinas mempertegas komitmen Pemprov untuk mengawal stabilisasi harga sekaligus memastikan distribusi tomat hasil penyerapan sampai ke masyarakat.

 

Heru Suseno menyatakan, Pemprov siap bekerja sama dengan Pemkab dan kelompok tani agar penyerapan berjalan lancar.

 

“Kami bersama jajaran akan memantau distribusi sekaligus mengupayakan agar hasil panen petani tetap terserap dengan baik. Ini bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah petani,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

Khofifah berharap langkah ini segera diikuti oleh seluruh bupati dan wali kota di Jawa Timur. Dengan adanya gerakan serap tomat di masing-masing daerah, harga di tingkat petani dapat kembali stabil, sementara anak-anak sekolah juga mendapat tambahan asupan gizi.

 

Selain menyerap tomat, Gubernur juga menyerahkan bantuan sembako untuk warga serta makanan ringan bagi siswa SD di sekitar lokasi. (ivan)