MALANG, PustakaJC.co – Kabupaten Malang menegaskan posisinya sebagai sentra sapi perah terbesar di Indonesia melalui peluncuran Kick Off On Boarding Fase Satu Program Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah. Kegiatan ini digelar di Aula Serbaguna Kantor OJK Malang, Selasa (14/10), bertepatan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan 2025.
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi sektor peternakan menuju ekosistem digital yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (15/10/2025).
Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK, khususnya kepada Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis inovasi dan teknologi finansial. Kami berterima kasih atas kolaborasi dan komitmen OJK dalam mendukung digitalisasi peternakan sapi perah di Malang,” ujar Sanusi.
Menurut data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, hingga Juni 2025 tercatat populasi sapi perah mencapai 85.820 ekor, sementara total populasi sapi sepanjang 2024 sebanyak 86.223 ekor. Dari sisi produksi, hingga pertengahan 2025, susu sapi perah yang dihasilkan mencapai 76.568 ton, dan total produksi 2024 tercatat 149.910 ton.
“Potensi ini menjadikan sektor peternakan sapi perah memiliki skala ekonomi besar dan menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 12 ribu peternak yang tergabung dalam KUD maupun kelompok ternak rakyat,” tambah Sanusi.
Melalui digitalisasi ekosistem industri sapi perah, pemerintah daerah menargetkan peningkatan akses perbankan, pembiayaan, asuransi ternak, serta transaksi digital bagi peternak. Sistem rantai pasok juga akan diintegrasikan agar lebih efisien dan transparan dari peternak hingga industri pengolahan susu.
Sanusi menegaskan, dukungan OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), International Labour Organization (ILO), serta lembaga keuangan dan pelaku usaha menjadi faktor penting menuju transformasi ini.
“Kabupaten Malang siap menjadi role model nasional dalam digitalisasi ekosistem sapi perah. Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sanusi menutup dengan ajakan agar seluruh pihak terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Mari jadikan momentum ini sebagai tonggak sejarah modernisasi sektor sapi perah menuju era digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi,” pungkas Bupati Malang ini. (ivan)