JEMBER, PustakaJC.co – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian menjadi kunci untuk mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember. Dalam kunjungan kerjanya ke Stadion Jember Sport Garden (JSG), Sabtu, (1/11/2025), Amran menyalurkan bantuan dan menyampaikan komitmen pemberdayaan petani miskin.
Ia menilai, potensi pertanian di Jember sangat besar namun belum tergarap maksimal. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) akan menyalurkan bibit jagung, pupuk, serta pendampingan teknis kepada ribuan keluarga miskin ekstrem di wilayah tersebut. Dilansir dari suaraindonesia.co.id, Minggu, (2/11/2025).
“Katakanlah ada 30.000 keluarga. Jika masing-masing punya 0,3 hektare lahan, kami akan siapkan bibit jagung untuk 3.000 hektare. Tahun depan tidak boleh ada lagi miskin ekstrem,” tegas Amran di hadapan Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Menurutnya, hasil panen dari program itu akan dibeli oleh Bulog dengan harga minimal Rp5.500 per kilogram, bahkan bisa lebih tinggi.
“Kalau mau Rp6.000 juga tidak masalah. Ini perintah Ketua MPR,” ujarnya.
Selain bantuan bibit dan pupuk, Amran juga meminta jajarannya untuk mengawal perbaikan sistem irigasi agar produktivitas pertanian meningkat. Ia menargetkan petani di Jember dapat panen hingga tiga kali setahun.
“Dengan pengairan yang baik, panen bisa meningkat dan pendapatan petani juga naik,” imbuhnya.
Mentan berharap, program tersebut mampu meningkatkan pendapatan warga miskin ekstrem hingga Rp2 juta–Rp3 juta per bulan. Ia menekankan bahwa pemberdayaan lewat pertanian lebih berkelanjutan dibanding bantuan sosial semata.
“Kita tidak hanya memberi bantuan, tapi membuka jalan agar masyarakat bisa mandiri. Ini tanggung jawab pemerintah untuk menyelamatkan mereka dari kemiskinan,” ucap Amran.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, Kementerian Pertanian juga menyalurkan lima ekor sapi dan 90 ekor kambing kepada pemerintah daerah untuk dibagikan kepada keluarga fakir miskin.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut baik program tersebut. Ia menilai langkah cepat Kementan dapat memperluas areal tanam dan meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, panen yang tadinya hanya sekali bisa dua atau tiga kali setahun. Jember berpotensi kembali menjadi lumbung padi Jawa Timur,” ujarnya. (ivan)