Menurutnya, ketika saluran ditutup total, air harus dialihkan sementara menggunakan pompa portable, yang kapasitasnya lebih kecil dibanding aliran alami. Kondisi ini bisa menimbulkan genangan sementara di kawasan sekitar proyek, salah satunya Pondok Benowo Indah (PBI).
“Kita upayakan selesai secepatnya sambil berdoa semoga hujannya tidak terlalu deras,” tambahnya.
Syamsul menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG terkait prakiraan cuaca agar tim lapangan dapat bersiaga lebih awal. “Begitu ada peringatan dini, semua rumah pompa langsung disiapkan. Kita pantau terus kondisi awan dan hujan di lapangan,” pungkasnya.
Pemkot Surabaya menargetkan seluruh proyek drainase selesai sebelum puncak hujan Januari-Februari 2026. Dengan langkah cepat ini, Eri Cahyadi berharap tak ada lagi kawasan lama yang tergenang, dan Surabaya siap menghadapi musim hujan tanpa banjir. (ivan)