Antisipasi Banjir, Surabaya Kebut Proyek Drainase Sebelum Musim Hujan

pemerintahan | 05 November 2025 08:47

Antisipasi Banjir, Surabaya Kebut Proyek Drainase Sebelum Musim Hujan
Pemkot Surabaya terus mempercepat pengerjaan proyek-proyek drainase di berbagai titik. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat pengerjaan proyek drainase di berbagai titik untuk mengantisipasi potensi banjir menjelang puncak musim hujan. Langkah ini menjadi prioritas agar Surabaya lebih siap menghadapi curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi pada awal 2026.

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, percepatan proyek drainase dilakukan untuk memastikan seluruh sistem saluran air dapat berfungsi maksimal. Ia menegaskan bahwa mayoritas proyek ditargetkan selesai pada akhir November 2025. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Rabu, (5/11/2025).

 

“Insyaallah di akhir November selesai semua. Sekarang setiap kali hujan, kita turunkan mobil-mobil PMK untuk membantu memperlancar aliran air,” ujar Eri, Selasa, (4/11/2025).

 

 

Selain mengandalkan proyek fisik, Pemkot Surabaya juga menyiagakan 28 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) di berbagai titik rawan genangan. Armada tersebut bertugas menyedot air hujan agar tidak menumpuk di permukaan jalan.

 

Menurut Eri, sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi langganan banjir kini sudah mulai terbebas dari genangan. 

 

“Seperti di Pakal dan Dukuh Kupang, yang dulu puluhan tahun banjir, sekarang sudah tidak lagi setelah perbaikan drainase,” jelasnya.

 

 

Ia menambahkan, pada tahun depan, Pemkot akan menuntaskan pembangunan saluran air baru di wilayah Sukomanunggal, yang sempat tertunda karena kurangnya dukungan warga. 

 

“Camat dan lurah saya minta untuk meyakinkan warga bahwa saluran baru justru mencegah banjir,”tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi menyebut progres pengerjaan proyek drainase hingga awal November telah mencapai 70 persen. Sisanya ditargetkan rampung pada Desember sebelum puncak musim hujan datang.

 

“Paket-paket pekerjaan drainase yang besar seperti di kawasan Benowo harus kita selesaikan karena membutuhkan sistem penutupan total saluran. Ini metode yang efektif, tapi juga punya konsekuensi teknis,” terang Syamsul.

 

 

 

Menurutnya, ketika saluran ditutup total, air harus dialihkan sementara menggunakan pompa portable, yang kapasitasnya lebih kecil dibanding aliran alami. Kondisi ini bisa menimbulkan genangan sementara di kawasan sekitar proyek, salah satunya Pondok Benowo Indah (PBI).

 

“Kita upayakan selesai secepatnya sambil berdoa semoga hujannya tidak terlalu deras,” tambahnya.

 

Syamsul menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG terkait prakiraan cuaca agar tim lapangan dapat bersiaga lebih awal. “Begitu ada peringatan dini, semua rumah pompa langsung disiapkan. Kita pantau terus kondisi awan dan hujan di lapangan,” pungkasnya.

 

Pemkot Surabaya menargetkan seluruh proyek drainase selesai sebelum puncak hujan Januari-Februari 2026. Dengan langkah cepat ini, Eri Cahyadi berharap tak ada lagi kawasan lama yang tergenang, dan Surabaya siap menghadapi musim hujan tanpa banjir. (ivan)