Heru menegaskan, program seperti SIKAP memiliki dampak luas terhadap sistem ketahanan pangan daerah. Dari sekolah, siswa belajar langsung proses produksi dan keberlanjutan pangan.
“Ini bukan sekadar proyek taman sekolah, tapi bagian dari sistem ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat sejak usia muda,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan SMAN 1 Dampit menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian Jatim. Ke depan, program serupa akan diperluas ke berbagai daerah di Jawa Timur.