BPBD Jatim Perkuat Pesantren Tangguh Bencana Lewat Pelatihan SPAB

pemerintahan | 16 November 2025 19:42

BPBD Jatim Perkuat Pesantren Tangguh Bencana Lewat Pelatihan SPAB
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto. (dok artik)

 

MALANG, PustakaJC.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus memperkuat kesiapsiagaan pesantren melalui program Pesantren Tangguh Bencana (Pestana). Selama lima hari, 11–15 November 2025, BPBD Jatim menggelar pelatihan kebencanaan berbasis Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tiga pesantren di Kabupaten Malang.

 

 

Pelatihan dilaksanakan di Ponpes An-Nur 3 Bululawang, Ponpes Salafiyah Shirotul Fuqoha’ Gondanglegi, dan PPPI Al-Hikmah Tumpang. Kegiatan ini diikuti pengajar, santri, hingga pengurus pesantren, sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan menghadapi potensi bencana.

 

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto menjelaskan, program Pestana dirancang untuk menguatkan kapasitas seluruh unsur di pesantren agar mampu sigap jika bencana terjadi.

 

 

“Pestana dibentuk untuk menguatkan kapasitas seluruh pengajar, santri, maupun personel yang ada di dalam pesantren. Dengan peningkatan kapasitas ini, mereka paham bagaimana menangani bencana mulai pra, tanggap darurat, hingga pasca bencana,” ujar Gatot Soebroto saat diwawancarai PustakaJC.co, via WhatsApp, Minggu, (16/11/2025).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi, Tsunami, simulasi pemadaman kebakaran, serta assessment bangunan pesantren. Program ini juga dilengkapi edukasi jalur evakuasi, rambu-rambu keselamatan, hingga penyusunan kebutuhan logistik darurat.

 

 

“Kami juga mengidentifikasi potensi ancaman bencana dan kebutuhan sarana prasarana penunjang seperti jalur evakuasi, rambu evakuasi, pemetaan, dan imbauan kepada masyarakat,” lanjutnya.

 

BPBD menegaskan fokus program ini adalah peningkatan kapasitas manusia, sementara perbaikan fisik bangunan menjadi ranah instansi teknis lainnya.

 

“Terkait fisik, kami tidak menyentuh. Itu ditangani teman-teman PUPR Cipta Karya. Kami fokus pada penguatan sisi manusianya dan memastikan jalur evakuasi sudah siap,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para santri antusias mengikuti kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)

 

 

 

 

 

 

 

Masih terkait Pesantren Tangguh Bencana Lewat Pelatihan SPAB, Pesantren dipilih karena merupakan pusat pendidikan berbasis komunitas dengan aktivitas padat dan jumlah santri besar. Dengan pelatihan SPAB, santri hingga warga sekitar diharapkan memiliki kesadaran risiko lebih baik.

 

 

“Selain anggota pesantren, masyarakat juga akan tahu dan paham bagaimana menyelamatkan diri apabila terjadi bencana, ke mana harus berlari, dan apa yang harus dipersiapkan,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Jatim ini.

 

 

Program ini merupakan tindak lanjut Keputusan Gubernur Jatim tentang pembentukan Tim Pesantren Tangguh Bencana. BPBD Jatim berkomitmen memperluas pelatihan ke pesantren lain sebagai langkah strategis membangun budaya siaga bencana demi perlindungan santri, pesantren, dan masyarakat luas. (ivan)