Pemkot Surabaya Pertama Kali Gelar Job Fair Disabilitas, Pendaftar Lampaui 300 Orang

pemerintahan | 26 November 2025 13:33

Pemkot Surabaya Pertama Kali Gelar Job Fair Disabilitas, Pendaftar Lampaui 300 Orang
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar job fair dan walk inteview khusus penyandang disabilitas bertempat di Gedung Wanita Candra Kencana. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Kota Surabaya untuk pertama kalinya menggelar job fair dan walk-in interview khusus penyandang disabilitas di Gedung Wanita Candra Kencana, Selasa, (25/11/2025). Kegiatan yang diprakarsai Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya ini melibatkan 10 perusahaan dengan total sekitar 285 lowongan pekerjaan.

 

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan antusiasme pelamar sangat tinggi. Sejak pagi, ratusan penyandang disabilitas sudah memadati stan-stan perusahaan yang berpartisipasi. Hingga siang, jumlah pendaftar bahkan melampaui 300 orang. Dilansir dari kompas.com, Rabu, (26/11/2025).

 

“Jumlah lowongan yang tersedia sekitar 285, tapi pendaftar sudah lebih dari 300 orang sejak pagi hingga siang,” kata Hebi.

 

 

 

Job fair ini berlangsung hingga Rabu, (26/11/2025) dan difokuskan bagi penyandang disabilitas fisik, tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, serta tuna netra parsial. Hebi menegaskan pihaknya tidak hanya berhenti pada proses seleksi, tetapi juga akan memantau kelanjutan hubungan kerja antara perusahaan dan calon karyawan.

 

“Kita cek sampai ada kontrak, tidak berhenti sebatas diterima. Hubungan industrialnya juga akan kami pantau,” ujarnya.

 

Menurut Hebi, gelaran ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya memenuhi kuota 1 persen pekerja disabilitas sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih setara bagi difabel. Ia menambahkan, perusahaan yang hadir benar-benar mencari kompetensi, dan beberapa jenis pekerjaan justru cocok dengan karakteristik pelamar disabilitas.

 

“Untuk posisi quality control misalnya, penyandang disabilitas sering kali lebih unggul karena tingkat fokus dan ketelitiannya luar biasa,” jelasnya.

 

 

 

 

Bagi peserta yang belum diterima, Pemkot Surabaya telah menyiapkan program Arek Surabaya Siap Kerja (ASSIK) yang memberikan pelatihan sesuai keterampilan yang ingin dikembangkan.

 

“Pemerintah bertekad menurunkan angka pengangguran dan memastikan ribuan penyandang disabilitas di Surabaya mendapat kesempatan yang setara di dunia profesional,” tutup Kepala Disperinaker Surabaya itu. (ivan)