Talkshow Koperasi Merah Putih–Asta Cita Kupas Strategi Ekonomi Jawa Timur

pemerintahan | 28 November 2025 05:27

Talkshow Koperasi Merah Putih–Asta Cita Kupas Strategi Ekonomi Jawa Timur
Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Jatim Endy Alim Abdi Nusa mewakili Gubernur Jatim dalam talkshow bertema Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jawa Timur di Dyandra Convention Center. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat beroperasi penuh pada Maret 2026. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam talkshow bertema “Koperasi Merah Putih, Asta Cita dan Perekonomian Jawa Timur”di Dyandra Convention Center, Kamis, (27/11/2025).

 

Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Endy Alim Abdi Nusa yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (28/11/2025).

 

 

Endy menyampaikan bahwa Jatim memiliki 8.949 KDKMP, namun saat ini baru 554 koperasi yang beroperasi minimal dengan satu gerai sembako. Pemerintah daerah pun terus menggenjot percepatan agar seluruh koperasi tersebut dapat aktif beroperasi pada 2026.

 

“Tantangan kami adalah bagaimana seluruh 8.949 KDKMP bisa beroperasi penuh pada Maret 2026. Kami butuh dukungan kabupaten/kota agar target ini tercapai,” ujar Endy.

 

Menurutnya, pembangunan aset fisik KDKMP juga terus dikejar. Saat ini, progres pembangunan telah mencapai 1.915 unit atau 22,5%, tertinggi secara nasional.

 

“Kami berharap sampai akhir tahun ada progres signifikan, sehingga setiap KDKMP di Jatim memiliki aset gedung yang layak,” tambahnya.

 

 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan saat ini tengah dikerjakan bersama TNI. Beberapa titik telah mencapai progres 50%, namun sebagian besar masih dalam tahap penyelesaian.

 

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembentukan dan penguatan KDKMP, termasuk percepatan pembangunan gerai dan gudang.

 

Namanya percepatan, kita harus terus berlari. Saya intens berkoordinasi dengan Pak Endy terkait penggajian pendamping koperasi,” ujarnya.

 

 

 

Farida mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi kini mengemban tugas besar sebagai program strategis nasional untuk mengembangkan 80.000 titik Koperasi Merah Putih. Bahkan hingga kini sudah tercatat 82.500 Koperasi Desa Merah Putih yang memiliki badan hukum.

 

“Ini bukan beban, tetapi tantangan sekaligus semangat baru bagi kami di Kementerian Koperasi. Semua ini adalah kerja bersama dan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (ivan)