BATU, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) semakin memantapkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Islam. Upaya ini diwujudkan melalui Workshop Penguatan Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Penyelenggara Beasiswa Program Doktor (S3) Tahun 2025 yang digelar di Singhasari Resort, Kota Batu, Jumat, (28/11/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan penting Pemprov Jatim dalam memastikan pelaksanaan beasiswa S3 berjalan lebih berkualitas, terukur, dan mampu menghasilkan lulusan doktoral yang berdaya saing. Program ini merupakan salah satu agenda prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) keagamaan di Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, menegaskan pentingnya penguatan akademik bagi perguruan tinggi penyelenggara beasiswa sebagai fondasi penjaminan mutu.
“Pemprov Jawa Timur berkomitmen menghadirkan penerima beasiswa doktor yang tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan pengembangan keilmuan Islam,” ujar Imam Hidayat.
Ia menjelaskan bahwa PTKI memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas akademik para mahasiswa doktoral. Penguatan sistem akademik di perguruan tinggi, menurutnya, merupakan langkah penting agar proses penelitian dan penyusunan disertasi berjalan dalam standar yang baik.
“Kerja sama dengan PTKI menjadi kunci keberhasilan program ini. Melalui penguatan akademik, kami memastikan setiap tahap — mulai proposal, penelitian, hingga penyelesaian disertasi — berlangsung dalam ekosistem akademik yang sehat dan profesional,” tegasnya.
Workshop ini diikuti oleh pimpinan PTKI, pengelola pascasarjana, akademisi, serta pengelola program beasiswa dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Mereka membahas berbagai aspek penting, termasuk penguatan kurikulum, peningkatan penjaminan mutu, strategi publikasi ilmiah, hingga penyelarasan standar bimbingan disertasi.

Program beasiswa S3 Pemprov Jatim sendiri terus menunjukkan capaian positif sejak beberapa tahun terakhir dan semakin mendapat apresiasi dari kalangan pesantren serta lembaga pendidikan tinggi keagamaan. Hingga 2025, program ini diperkuat dengan pengembangan standar akademik dan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan PTKI.
Imam Hidayat menutup paparannya dengan menegaskan bahwa peningkatan mutu akademik perguruan tinggi bukan hanya demi kelulusan mahasiswa doktoral, tetapi juga bagian dari upaya besar memperkuat tradisi intelektual Islam di Jawa Timur.
“Kami ingin program beasiswa ini melahirkan doktor yang mampu menjawab kebutuhan umat, memiliki daya saing tinggi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Timur ini. (ivan)