BANDUNG, PustakaJC.co - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal agenda besar transformasi lembaga parlemen. Pesan itu disampaikan dalam forum “Ngariung Bareng DPR: Refleksi Akhir Tahun” yang digelar di Bandung, Jumat, (5/12/2025), dihadiri ratusan jurnalis Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Puan hadir bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto, sejumlah pimpinan AKD, Sekjen DPR RI Dr. Indra Iskandar, serta Ketua KWP Dr. Ariawan. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Minggu, (7/12/2025).
Di awal forum, Puan mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat Aceh, Sumut, dan Sumbar yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Puan menegaskan transformasi DPR merupakan agenda jangka panjang yang tidak bisa dilakukan secara instan. Langkah-langkah perbaikan seperti penataan kawasan bebas rokok, peningkatan standar keamanan gedung, hingga pembenahan tata kelola internal dilakukan secara bertahap.
“Transformasi DPR ini benar-benar niat baik. Tapi memang perlu waktu, tidak bisa cepat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan kebijakan moratorium perjalanan luar negeri anggota DPR tetap diberlakukan kecuali untuk misi diplomasi yang wajib dihadiri pimpinan.
Dalam dialog terbuka, Puan menyoroti maraknya pemberitaan yang dinilai tidak proporsional dan dapat memunculkan persepsi keliru terhadap DPR. Ia meminta pers menjunjung prinsip verifikasi, keseimbangan, dan akurasi.
“Kalau ada satu dua yang salah, jangan sampai merusak citra seluruh lembaga. Ada 580 anggota DPR yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” tegasnya.
Puan juga menyinggung pentingnya sensitivitas pemberitaan terhadap dampak sosial, terlebih jelang fase politik menuju Pemilu 2029.
“Transformasi DPR tidak mungkin berjalan tanpa dukungan media,” ujarnya.
Puan menyebut hubungan DPR dan wartawan sebagai “keluarga besar” yang membutuhkan ruang dialog untuk mencegah kesalahpahaman. Kritik tetap diterima selama objektif dan tidak memecah belah.
Puan berharap hubungan DPR–media makin konstruktif pada 2026, dengan pembenahan fasilitas, tunjangan, dan tata kelola internal sebagai bagian dari agenda reformasi lembaga.
“Saya mohon dukungan media untuk proses transformasi DPR. Semoga tahun depan hubungan kita semakin baik,” ujarnya.
Forum “Ngariung Bareng DPR” menjadi wadah dialog antara pimpinan DPR dan jurnalis parlemen, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem informasi politik yang sehat. (ivan)