Misi Dagang Jatim di Batam Angkat Keindahan Batik Jetis Sidoarjo

pemerintahan | 10 Desember 2025 05:23

Misi Dagang Jatim di Batam Angkat Keindahan Batik Jetis Sidoarjo
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memimpin misi datang Pemprov Jatim di Batam. (dok suarasurabaya)

BATAM, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat jejaring perdagangan antarwilayah melalui Misi Dagang dan Investasi bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Kepulauan Riau” di Batam, Senin, (8/12/2025).

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung agenda tersebut. Selain mendorong kerja sama ekonomi, misi dagang ini juga menghadirkan diplomasi budaya lewat Pertunjukan Wastra Sidoarjo yang menonjolkan keindahan batik Jetis Sidoarjo. Dilansir dari suarasurabaya.net, Rabu, (10/12/2025).

 

Khofifah mengapresiasi dukungan Bank UMKM Jatim yang memfasilitasi pertunjukan wastra tersebut.

 

“Pertunjukan wastra Jatim merepresentasikan batik Jetis, Sidoarjo. Terima kasih kepada Pak Dirut Bank UMKM Jatim atas dukungannya,” ujar Gubernur Khofifah.

 

 

Pertunjukan dikemas dengan kombinasi tari tradisi, narasi budaya, dan fashion show. Batik tulis Sidoarjo ditampilkan melalui motif flora-fauna bernuansa cerah hingga solid, yang tidak hanya menjadi busana tetapi juga elemen gerak yang mencerminkan identitas masyarakat Sidoarjo.

 

Acara dibuka dengan Tari Ning Saropah, yang mengangkat kisah perempuan pedagang ulet dari Sidoarjo, sepupu tokoh rakyat Sarip Tambak Oso. Tarian ini menegaskan peran perempuan UMKM yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

 

Produk UMKM binaan Bank UMKM Jatim turut hadir, antara lain batik HI Indonesia, olahan kupang dari UD Kupang Jaya, serta aneka sambal Arthur Duo Sambal. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa batik dan kuliner merupakan ekspresi budaya sekaligus peluang ekonomi.

 

 

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem UMKM.

 

 

“Batik dan kuliner adalah identitas budaya sekaligus peluang ekonomi. Kami ingin memberi akses promosi dan peluang pasar lebih luas bagi pengrajin daerah,” katanya.

 

Fashion show kemudian menampilkan karya desainer Sidoarjo Hariyani Wisnu, yang memadukan motif batik Jetis dengan sulaman, songket, lurik, dan kain lukisan tangan. Art Director Embran Nawawi menyebut konsep pertunjukan mengangkat identitas tegas batik Jetis serta kisah Ning Saropah sebagai simbol pemberdayaan perempuan UMKM.

 

 

“Ini bukan hanya pertunjukan, tapi pesan bahwa UMKM Jawa Timur punya jiwa dan cerita,” ujar Direktur Utama Bank UMKM Jatim itu.

 

Pertunjukan Wastra Sidoarjo menegaskan bahwa budaya dapat menjadi jembatan efektif membangun jejaring ekonomi. Melalui batik Jetis, tarian tradisi, dan kolaborasi kreatif anak muda, Bank UMKM Jatim memperlihatkan bahwa identitas budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing. (ivan)