Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem UMKM.
“Batik dan kuliner adalah identitas budaya sekaligus peluang ekonomi. Kami ingin memberi akses promosi dan peluang pasar lebih luas bagi pengrajin daerah,” katanya.
Fashion show kemudian menampilkan karya desainer Sidoarjo Hariyani Wisnu, yang memadukan motif batik Jetis dengan sulaman, songket, lurik, dan kain lukisan tangan. Art Director Embran Nawawi menyebut konsep pertunjukan mengangkat identitas tegas batik Jetis serta kisah Ning Saropah sebagai simbol pemberdayaan perempuan UMKM.