SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan integritas sebagai fondasi pemerintahan yang bersih. Pesan ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang digelar di Surabaya, Selasa, (9/12/2025).
Khofifah menyebut Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama melawan praktik korupsi di seluruh lini, terutama di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Dilansir dari surabayapagi.com, Rabu, (10/12/2025).
“Peringatan Hakordia 2025 menjadi momentum memperkuat integritas di semua lini termasuk ASN, untuk membangun budaya anti korupsi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, penguatan integritas berkaitan erat dengan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, upaya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret, melalui kerja kolektif lintas sektor.
Ia menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan secara parsial. Ekosistem antikorupsi harus dibangun mulai dari hulu hingga hilir melalui edukasi publik, perbaikan tata kelola, dan pelibatan aktif masyarakat.
Khofifah juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem dan pemanfaatan teknologi informasi sebagai instrumen yang efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi sekaligus meningkatkan efisiensi layanan publik.
Tema Hakordia 2025, “Satukan Aksi Basmi Korupsi,” dinilai selaras dengan komitmen Jawa Timur untuk menghadirkan layanan pemerintahan yang bersih, cepat, dan berintegritas. (ivan)