Transaksi Tertinggi Tahun Ini, Misi Dagang Jatim–Kepri Tembus Rp4,46 Triliun

pemerintahan | 10 Desember 2025 18:35

Transaksi Tertinggi Tahun Ini, Misi Dagang Jatim–Kepri Tembus Rp4,46 Triliun
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat Misi Dagang dan investasi di Kota Bata. (dik kominfo)

BATAM, PustakaJC.co - Jatim terus menguatkan jejaring perdagangan regional. Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jawa Timur di Kota Batam, Senin, (8/12/2025), mencatatkan transaksi fantastis senilai Rp4,46 triliun—menjadi capaian tertinggi sepanjang 2025.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kehadiran Jatim di Kepulauan Riau adalah ikhtiar untuk tumbuh bersama. 

 

“Misi dagang ini adalah upaya memperluas pasar secara outward looking dan memastikan hasil pertanian, peternakan, serta perikanan rakyat terserap pasar,” ujar Gubernur Khofifah, dikutip dari kominfo.jatimprov.go.id, Rabu, (10/12/2025).

 

 

Kegiatan yang melibatkan 174 pelaku usaha ini menjadi penutup rangkaian 12 Misi Dagang Jatim sepanjang 2025. Khofifah menyampaikan bahwa total transaksi perdagangan Jatim–Kepri dan Jatim–Malaysia mencapai Rp4.456.849.425.486.

 

Jatim berhasil menjual produk ke Kepri sebesar Rp1,07 triliun, dan membeli komoditas Kepri senilai Rp81,9 miliar. Sementara itu, kerja sama Jatim–Malaysia menghasilkan LOI senilai Rp3,29 triliun.

 

“Alhamdulillah, ini transaksi tertinggi sepanjang tahun. Terima kasih Pemprov Kepri, Atase Perdagangan Malaysia, dan seluruh pelaku usaha,” kata Khofifah.

 

 

 

Komoditas Jatim yang paling diminati Kepri antara lain kopi robusta, vanili, kemiri, rokok, telur, susu, pakan udang, benur vannamei, beras, bawang merah, serta daging sapi dan ayam.

 

Dari Kepri, Jatim membeli ikan beku dan ayam beku.

 

Untuk pasar Malaysia, komoditas yang dikirim antara lain tembaga, cassava, frozen coconut cream, kerupuk mentah, serta buah dan sayur kering.

 

 

Khofifah menekankan bahwa Kepri memiliki posisi strategis karena konektivitasnya dengan Singapura dan Johor, Malaysia. Ini membuka peluang ekspor lebih luas bagi produk Jatim.

 

Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,22% (yoy) pada Triwulan III 2025—lebih tinggi dari nasional sebesar 5,04%—dengan PDRB Rp867,39 triliun.

 

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut sebagian besar kebutuhan pokok Kepri masih disuplai dari Jatim. Kerja sama dua provinsi disebut memberi manfaat besar dan akan diperluas ke sektor pariwisata.

 

 

“Kerja sama ini menjaga pasokan kebutuhan masyarakat Kepri sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antarprovinsi. Ke depan harus diperluas, termasuk sektor pariwisata dan orientasi ekspor,”jelas Ansar.

 

Sejak 2019, Misi Dagang Jatim–Kepri telah digelar 48 kali dengan total komitmen transaksi Rp27,35 triliun. Tahun ini juga ditandai penandatanganan 11 PKS perangkat daerah dan tiga LoI dengan pelaku usaha Malaysia. (ivan)