Respons Cepat Pemprov Jatim Hadapi Banjir Situbondo, Dari Normalisasi Sungai hingga Perlindungan Petani

pemerintahan | 29 Januari 2026 15:34

Respons Cepat Pemprov Jatim Hadapi Banjir Situbondo, Dari Normalisasi Sungai hingga Perlindungan Petani
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo dan Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak banjir di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1/2026). (Foto dok BPBD Jatim)

Berita ini disuport BPBD Jatim

SURABAYA, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Situbondo. Sejumlah langkah strategis langsung dijalankan, mulai dari normalisasi sungai, penguatan infrastruktur pengendali banjir, hingga pemulihan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lokasi banjir di Desa Kalianget dan Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Jumat (23/1/2026). Didampingi Bupati Situbondo Yusuf Wahyu Rio Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah, Khofifah memastikan penanganan darurat dan lanjutan dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Langkah cepat tersebut, menurut Khofifah, merupakan respons Pemprov Jatim terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur. Berdasarkan pemetaan terbaru, potensi bencana hidrometeorologi melonjak dari sekitar 20 persen pada Desember 2025 menjadi 58 persen pada Januari 2026, seiring tingginya curah hujan dan cuaca ekstrem.

 

“Ini respons cepat Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap bencana hidrometeorologi di Situbondo. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat tertangani dan risiko banjir susulan dapat ditekan,” ujar Khofifah.