SURABAYA, PustakaJC.co - Bakesbangpol Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial selama 11–12 Desember 2025 di Hotel Luminor Sidoarjo. Kegiatan ini dibuka Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, sebagai langkah memperkuat sinergi lintas instansi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan daerah.
Eddy menegaskan bahwa di era digital, dinamika konflik tidak lagi muncul secara konvensional. Ancaman kini berkembang melalui media sosial, platform komunikasi tertutup, hingga jaringan digital yang kompleks. Karena itu, kemampuan deteksi dini, kecepatan informasi, dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci menjaga stabilitas Jawa Timur. Dilansir dari diskominfojatim.go.id, Sabtu, (13/12/2025)
Ia menyebut sejumlah isu strategis yang perlu diantisipasi bersama, seperti kerawanan menjelang penetapan UMP–UMK 2026, permasalahan makam Serambi Winongo di Pasuruan, dinamika Pilkades Sampang 2026, hingga kesiapsiagaan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Rakor ini menjadi fondasi penting bagi pencegahan dan penanganan konflik sosial di masa mendatang, serta memperkuat kolaborasi antar daerah dan instansi,” ujar Eddy.
Dalam paparannya, narasumber Letkol Inf. Hendra Sukmana (Waasintel Kasdam V/Brawijaya) menyampaikan bahwa potensi konflik di Jatim masih tinggi, namun sistem deteksi dini berjalan efektif. Upaya pencegahan meliputi pembangunan sistem informasi peringatan dini terpadu, penguatan sinergitas intelijen, optimalisasi peran Forkopimda, hingga keterlibatan tokoh agama, pemuda, dan ormas.
Sementara Kanit V Subdit III Dit Intelkam Polda Jatim, AKP Suwardi Djoko Nugroho, menjelaskan strategi Polri dalam mencegah konflik, antara lain deteksi dini oleh intelijen dan Bhabinkamtibmas, pemetaan kerawanan, komunikasi aktif dengan para tokoh, hingga patroli di wilayah rawan.
Polri juga menguatkan pembinaan komunitas rentan, literasi digital, dan program pencegahan intoleransi. Selain itu, kolaborasi dengan Tim Terpadu Provinsi–Kabupaten/Kota, TNI, FKDM, Kemenag, dan lembaga sosial terus dioptimalkan.
“Polda Jatim berkomitmen menjaga stabilitas keamanan melalui deteksi dini, pengamanan, serta penanganan konflik yang profesional, proporsional, dan terukur,” tegasnya. (ivan)