Menurutnya, pasar murah bukanlah kompetitor pasar tradisional, melainkan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Khofifah menegaskan, pelaksanaan pasar murah harus dilakukan secara sinergis oleh pemerintah daerah bersama UMKM setempat agar produk lokal turut terserap pasar.
“Ini bagian dari upaya memperluas market sekaligus memperkuat UMKM,” jelasnya.
Meski hujan mengguyur lokasi, ratusan warga Kelurahan Mojopurno dan sekitarnya tampak antusias mendatangi pasar murah tersebut. Menariknya, saat Gubernur Khofifah tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, bahan kebutuhan pokok tidak lagi dijual, melainkan dibagikan secara gratis kepada warga.
Sebelumnya, penjualan sembako dilakukan menggunakan kartu antrean yang dibagikan panitia. Namun, seluruh stok sembako dan produk UMKM yang tersisa kemudian dibagikan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada masyarakat, sehingga warga pun berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut. (ivan)