MADIUN, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pasar Murah Pengendali Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2025 di Lapangan Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu, (14/12/2025) sore.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Madiun yang diwakili Plt Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto. Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas pangan pokok serta produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan harga di bawah pasaran. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (15/12/2025).
Khofifah menjelaskan, pasar murah ini memberikan keringanan harga sekitar 10 persen dari harga rata-rata kebutuhan pokok. Beberapa komoditas dijual jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti ayam ras dari harga rata-rata Rp36 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram, gula pasir dari Rp17 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, beras premium dari HET Rp17 ribu menjadi Rp14 ribu per kilogram, serta Minyak Kita dari HET Rp16.800 menjadi Rp13 ribu per kilogram.
“Harapan kami, pasar murah ini bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperluas jangkauan distribusi. Karena itu saya selalu meminta agar lokasi pasar murah tidak berdekatan dengan pasar tradisional,” ujar Khofifah.
Menurutnya, pasar murah bukanlah kompetitor pasar tradisional, melainkan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Ramadhan, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Khofifah menegaskan, pelaksanaan pasar murah harus dilakukan secara sinergis oleh pemerintah daerah bersama UMKM setempat agar produk lokal turut terserap pasar.
“Ini bagian dari upaya memperluas market sekaligus memperkuat UMKM,” jelasnya.
Meski hujan mengguyur lokasi, ratusan warga Kelurahan Mojopurno dan sekitarnya tampak antusias mendatangi pasar murah tersebut. Menariknya, saat Gubernur Khofifah tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, bahan kebutuhan pokok tidak lagi dijual, melainkan dibagikan secara gratis kepada warga.
Sebelumnya, penjualan sembako dilakukan menggunakan kartu antrean yang dibagikan panitia. Namun, seluruh stok sembako dan produk UMKM yang tersisa kemudian dibagikan langsung oleh Gubernur Khofifah kepada masyarakat, sehingga warga pun berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut. (ivan)