Sambut Indonesia Emas 2045, Khofifah Tegaskan Nilai Kepamongprajaan bagi Praja IPDN

pemerintahan | 22 Desember 2025 21:58

Sambut Indonesia Emas 2045, Khofifah Tegaskan Nilai Kepamongprajaan bagi Praja IPDN
Khofifah Tekankan Nilai Kepamongprajaan bagi Praja IPDN Sambut Indonesia Emas 2045. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan nilai kepamongprajaan bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai bekal kepemimpinan masa depan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Stadium General Penguatan Nilai Kepamongprajaan bertema “Mendukung Efektivitas Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintah Daerah”yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Minggu, (21/12/2025).

 

Dalam kapasitasnya sebagai Alumni Kehormatan IPDN, Khofifah turut mengikuti prosesi penerimaan Korps Praja Angkatan XXXVI dengan menyematkan tanda pangkat kepada perwakilan Praja Pratama, yang dilanjutkan dengan prosesi penyiraman air bunga. Dilansir dari surabayapagi.con, Senin, (22/12/2025).

 

Pada kesempatan itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh Praja IPDN yang diproyeksikan menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan. Ia berharap para Praja mampu menjalankan pengabdian dengan integritas dan tanggung jawab.

 

“Hari ini kita bersama calon pemimpin bangsa saat Indonesia Emas 2045. Selamat dan sukses untuk seluruh Praja. Selamat mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Khofifah.

 

 

 

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengingatkan agar para Praja tidak melupakan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pengabdian, terutama persaudaraan dan persatuan yang berakar dari Bumi Mojapahit.

 

“Ketika kelak saudara menjadi menteri, gubernur, bupati, wali kota, atau pejabat apa pun, ingatlah bahwa saudara berangkat dari Bumi Mojapahit, bumi yang mengajarkan persaudaraan dan persatuan dalam membangun Nusantara,” katanya.

 

Menurut Khofifah, Praja IPDN merupakan bagian penting dari misi pembangunan nasional, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan martabat kemanusiaan. Oleh karena itu, Praja dituntut menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

 

“Yang kita siapkan adalah SDM untuk penguatan pembangunan Indonesia, bukan hanya Jawa Timur. Berangkat dari daerah, tetapi membangun Indonesia,” tegasnya.

 

 

 

 

Khofifah juga menekankan pentingnya kreativitas, daya saing, serta inovasi integratif dalam membentuk kepemimpinan yang adaptif dan responsif terhadap perubahan global.

 

“Hidup adalah perubahan. Praja harus adaptif dan responsif menghadapi dinamika lokal, regional, nasional, hingga global, termasuk tantangan perubahan iklim,” ujarnya.

 

Dalam rangka menyiapkan kepemimpinan masa depan, Khofifah menyebut Jawa Timur telah memiliki enam SMA Taruna berasrama sebagai bagian dari ekosistem pembinaan calon pemimpin bangsa. Salah satunya adalah SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur di Bojonegoro yang bermitra langsung dengan IPDN.

 

“Ini menunjukkan keseriusan Jawa Timur menyiapkan generasi emas untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Praja adalah generasi emas bangsa,” tuturnya.

 

 

 

Lebih lanjut, Khofifah menyoroti sejumlah isu strategis yang perlu dikuasai Praja IPDN, di antaranya transformasi digital, pengelolaan media dan opini publik, efisiensi anggaran, serta penyesuaian kebijakan transfer ke daerah.

 

Ia mendorong para Praja untuk menjadi game changer yang mampu menghadirkan terobosan dan dampak nyata dalam tata kelola pemerintahan.

 

“Seorang game changer adalah pemimpin yang mampu melihat berbagai kemungkinan untuk mendongkrak kinerja, produktivitas, dan signifikansi hasil kerja,” tandasnya.

 

 

 

Menutup sambutannya, Khofifah menegaskan IPDN merupakan kawah candradimuka kepemimpinan nasional. Nilai ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani harus diwujudkan secara kontekstual dalam kepemimpinan.

 

“Praja harus mampu mengasuh, membimbing, dan melayani. Tahu kapan berada di depan dan kapan di belakang. Jadilah pemimpin humanis yang selalu hadir dan berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya. (ivan)